Penyuluh Agama Islam KUA Pundong Terapkan Metode Pembelajaran Interaktif Berbasis Digital dalam Bimbingan Remaja Usia Sekolah di SMAN 1 Pundong
Bantul (KUA Pundong) — Penyuluh Agama Islam KUA Pundong terus melakukan inovasi dalam layanan bimbingan keagamaan melalui penerapan metode pembelajaran interaktif berbasis digital pada kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diselenggarakan dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Pundong, Bantul, Jumat (17/07/2026).
Kegiatan tersebut diampu oleh dua Penyuluh Agama Islam Kapanewon Pundong, Zusniyati Muazah dan Diana Muthi'ah, sebagai bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui pendekatan yang inovatif, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Berbeda dengan metode penyuluhan konvensional, kegiatan BRUS kali ini dikemas menggunakan sistem bimbingan dan penyuluhan interaktif berbasis media digital. Melalui pendekatan tersebut, peserta didik dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan pembelajaran, mulai dari penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, hingga evaluasi pemahaman secara langsung menggunakan media digital yang menarik dan mudah diakses.
Model pembelajaran ini mampu menciptakan suasana belajar yang dinamis, partisipatif, dan menyenangkan. Para siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga terdorong untuk berpikir kritis, mengemukakan pendapat, serta mengaitkan nilai-nilai agama dengan realitas kehidupan remaja di era digital.
Dalam pelaksanaannya, antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Interaksi yang terbangun antara penyuluh dan peserta menjadikan penyampaian materi lebih efektif sehingga pesan-pesan keagamaan dapat dipahami secara lebih mendalam.
Menurut Zusniyati Muazah, pemanfaatan media digital merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas layanan penyuluhan agama kepada generasi muda. Pendekatan yang sesuai dengan karakter peserta didik diharapkan mampu meningkatkan daya serap materi sekaligus menumbuhkan kesadaran dalam mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Diana Muthi'ah, menegaskan bahwa penyuluh agama dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan substansi ajaran Islam. Inovasi metode pembelajaran menjadi salah satu langkah strategis agar penyuluhan agama tetap menarik, efektif, dan mampu menjawab tantangan pembinaan karakter remaja di era transformasi digital.
Melalui kegiatan BRUS ini, KUA Kapanewon Pundong berharap para peserta didik memiliki bekal spiritual, moral, dan karakter yang kuat sebagai generasi penerus bangsa. Selain meningkatkan pemahaman keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kesadaran akan pentingnya akhlak mulia, sikap moderat, serta kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Inovasi pembelajaran interaktif berbasis digital ini menjadi salah satu bentuk nyata transformasi layanan Penyuluh Agama Islam KUA Kapanewon Pundong dalam menghadirkan bimbingan keagamaan yang adaptif, berkualitas, dan selaras dengan kebutuhan generasi muda di era digital.Naskah ini sudah menggunakan gaya bahasa yang lazim digunakan pada website resmi Kementerian Agama, dengan struktur berita yang formal, informatif, dan menonjolkan nilai inovasi layanan penyuluhan. Jika diperlukan, saya juga dapat menambahkan kutipan dari Kepala KUA Pundong agar nilai pemberitaannya semakin kuat. (Zus)