Penyerahan Kembali Murid Kelas XII MA Madania Bantul di Alam Terbuka, Hadirkan Pendidikan yang Menyentuh Hati dan Cinta Lingkungan
Bantul (MA Madania Bantul) - Menghadirkan suasana berbeda dilakukan oleh MA Madania Bantul dalam acara penyerahan kembali murid kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar pada Sabtu (09/05/2026). Tahun ini, kegiatan dikemas secara inovatif di alam terbuka kawasan Hutan Pinus Mangunan sebagai bentuk penguatan nilai spiritual, refleksi kehidupan, sekaligus implementasi cinta lingkungan. Di bawah rindangnya pepohonan pinus dan udara sejuk perbukitan Dlingo, acara berlangsung khidmat, hangat, dan penuh makna.
Kegiatan dihadiri oleh orang tua/wali murid kelas XII, tamu undangan, jajaran pengurus komite, perwakilan unit di Yayasan Madania, serta mitra yayasan. Turut hadir Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Bantul, Ahmad Musyadad; Pengawas MA Madania, Heni Prilantari; serta Ketua Yayasan Madania, Abi Suyanta.
Konsep alam terbuka dipilih sebagai media mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sekaligus menanamkan kesadaran bahwa manusia dan alam merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Hal ini sejalan dengan program Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan penguatan nilai Panca Cinta, khususnya cinta kepada lingkungan.
Dalam sambutannya, Ahmad Musyadad mengapresiasi inovasi MA Madania Bantul yang menghadirkan konsep pelepasan berbeda namun sarat makna pendidikan karakter dan spiritualitas.
“Madrasah tidak hanya mendidik kecerdasan akademik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual, kepedulian sosial, dan cinta lingkungan. Kegiatan seperti ini menjadi contoh praktik baik pendidikan yang menyentuh hati,” ungkap Musyadad.
Selain prosesi penyerahan kembali siswa kepada orang tua, acara juga diisi dengan pemberian berbagai penghargaan kepada siswa kelas XII berprestasi dan murid teladan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, karakter, dan capaian mereka selama belajar di madrasah.
Tidak hanya itu, penghargaan penguatan program SELIRAMA (Semangat Literasi Madania) juga diberikan kepada siswa, guru, dan kepala madrasah yang aktif berkarya dalam bidang literasi.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ahmad Musyadad didampingi Heni Prilantari serta Abi Suyanta. Apresiasi diberikan atas kontribusi mereka dalam penulisan antologi bersama Menteri Agama RI melalui buku Aksara Cinta Ramadan. Karya tersebut menjadi bukti bahwa budaya literasi di madrasah terus tumbuh dan mampu melahirkan insan-insan pembelajar yang kreatif, reflektif, dan inspiratif.
Suasana haru terasa ketika para siswa menerima penghargaan di tengah keindahan alam terbuka. Momen tersebut menjadi simbol bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari karakter, kepedulian, kreativitas, dan keberanian untuk berkarya. (Ans)