MTsN 4 Bantul Tingkatkan Kompetensi Digital Guru Lewat IHT Berbasis NotebookLM
Bantul (MTsN 4 Bantul) — MTsN 4 Bantul terus mendorong peningkatan kompetensi guru dan pegawai dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses pembelajaran. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan In House Training (IHT) Pembuatan Media Pembelajaran E-Learning Berbasis NotebookLM yang dilaksanakan Kamis (08/10/2026) bertempat di Aula MTsN 4 Bantul. Kegiatan diikuti oleh guru dan pegawai dengan tujuan meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital.
Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran merupakan sebuah kebutuhan yang harus terus dikembangkan oleh madrasah. Guru dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu memanfaatkan berbagai teknologi untuk menyajikan pembelajaran yang lebih menarik dan efektif. “Kita harus terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pemanfaatan AI seperti NotebookLM diharapkan dapat membantu guru dalam menyiapkan bahan ajar sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik,” ungkapnya.
Kegiatan IHT menghadirkan narasumber Setia Budi Agung Joko Prabowo yang memberikan materi mengenai pemanfaatan NotebookLM sebagai salah satu perangkat berbasis AI untuk mendukung pembuatan media pembelajaran e-learning. Peserta dikenalkan pada berbagai fitur NotebookLM, mulai dari mengunggah dan mengolah sumber belajar, merangkum dokumen, menemukan informasi penting dari bahan ajar, menyusun ide pembelajaran, hingga mengembangkan materi yang dapat digunakan sebagai pendukung pembelajaran digital. Selain pemaparan materi, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung sehingga guru dan pegawai dapat memahami alur pemanfaatan NotebookLM secara lebih aplikatif.
Melalui IHT tersebut, MTsN 4 Bantul berharap kompetensi digital guru dan pegawai semakin meningkat sehingga mampu menghasilkan media pembelajaran yang kreatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk membangun budaya belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, dengan tetap mengedepankan peran guru sebagai pendidik dan pengarah dalam pemanfaatan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.(yul)