MTsN 4 Bantul Sosialisasikan Survei Implementasi KBC Perkuat Refleksi dan Evaluasi Program Madrasah
Bantul (MTsN 4 Bantul) — Guru dan pegawai MTsN 4 Bantul mengikuti sosialisasi Survei Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang didampingi oleh Pengawas Madrasah, Etyk Nurhayati, di Aula MTsN 4 Bantul, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 74 peserta yang terdiri atas guru dan pegawai. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan untuk mengisi survei melalui aplikasi MAGIS sebagai sarana refleksi terhadap kondisi dan rencana kerja implementasi KBC di madrasah.
Dalam arahannya, Etyk Nurhayati menyampaikan bahwa pengisian survei implementasi KBC merupakan bagian penting dalam memetakan pelaksanaan program sekaligus mengevaluasi kesiapan madrasah dalam menerapkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. Etyk mengimbau seluruh guru dan pegawai agar mengisi survei secara jujur, objektif, dan sesuai dengan kondisi nyata di lingkungan madrasah. Dengan demikian, hasil survei diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah perbaikan dan pengembangan program KBC secara berkelanjutan.
Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi seluruh warga madrasah untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan program pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga penguatan karakter, kepedulian, dan nilai-nilai kemanusiaan. Sugeng berharap seluruh guru dan pegawai dapat berpartisipasi aktif dalam pengisian survei sehingga hasilnya dapat menjadi dasar untuk menyusun rencana tindak lanjut yang lebih terarah dalam mengimplementasikan KBC di MTsN 4 Bantul.
Salah satu guru Arvina yang juga wali kelas 7D yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan kesannya bahwa sosialisasi ini memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai pentingnya survei implementasi KBC. Melalui pengisian refleksi pada aplikasi MAGIS, guru dapat meninjau kembali praktik pembelajaran dan program madrasah yang telah dilaksanakan sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu ditingkatkan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya refleksi dan memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta demi terwujudnya madrasah yang ramah, peduli, dan berkarakter.(yul)