MI Maulana Maghribi Siap Penilaian Kinerja Kepala Madrasah dan Madrasah Award DIY 2026
Bantul ( MI Maulana Maghribi ) — Kepala MI Maulana Maghribi mengikuti kegiatan bedah instrumen Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul bersama Pengawas Madrasah, Rini Astuti. Kegiatan ini diikuti oleh para kepala madrasah ibtidaiyah (MI) dan raudhatul athfal (RA) yang berada di bawah pengawasan beliau.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan pelaksanaan penilaian kinerja kepala madrasah yang direncanakan berlangsung pada bulan Desember 2026 di MI Maulana Maghribi. Dalam kesempatan ini, seluruh komponen instrumen penilaian dibahas dan dikaji secara menyeluruh agar setiap kepala madrasah memahami aspek-aspek yang menjadi indikator penilaian beserta bukti fisik yang harus disiapkan.
Kepala MI Maulana Maghribi menyampaikan harapannya agar hasil bedah instrumen ini segera ditindaklanjuti melalui penyusunan dan penataan dokumen bukti fisik secara sistematis, lengkap, dan sesuai dengan komponen penilaian. Dengan persiapan yang matang, pelaksanaan PKKM di MI Maulana Maghribi diharapkan dapat berjalan lancar serta memperoleh hasil penilaian yang baik.
“Melalui kegiatan bedah instrumen ini, kami berharap seluruh komponen penilaian dapat dipahami dengan baik dan segera ditindaklanjuti dalam bentuk bukti dokumen yang lengkap. Persiapan sejak dini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan kinerja madrasah,” demikian harapan Kepala MI Maulana Maghribi.
Selain membahas persiapan PKKM, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk berkoordinasi mengenai kesiapan MI Maulana Maghribi dalam mengikuti Madrasah Award tingkat Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pengawas Madrasah, Rini Astuti, memberikan arahan agar MI Maulana Maghribi mempersiapkan seluruh komponen yang diperlukan secara optimal. Persiapan tersebut mencakup kelengkapan administrasi, dokumen pendukung, bukti pelaksanaan program unggulan, serta dokumentasi berbagai inovasi dan prestasi madrasah.
Beliau berpesan agar MI Maulana Maghribi melakukan persiapan secara sungguh-sungguh sehingga dapat menunjukkan kinerja dan keunggulan madrasah secara maksimal dalam penilaian Madrasah Award yang dijadwalkan pada November–Desember 2026.
Arahan tersebut menjadi motivasi bagi keluarga besar MI Maulana Maghribi untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta mengembangkan program-program inovatif yang berdampak nyata bagi peserta didik dan masyarakat.
Keikutsertaan dalam bedah instrumen PKKM dan koordinasi persiapan Madrasah Award menjadi bagian dari komitmen MI Maulana Maghribi untuk membangun budaya kerja yang terencana, tertib administrasi, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Melalui persiapan yang terstruktur, MI Maulana Maghribi berharap dapat melaksanakan PKKM Tahun 2026 dengan hasil yang optimal sekaligus tampil sebagai madrasah yang unggul dalam penilaian Madrasah Award tingkat DIY.
Semangat kolaborasi antara kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan pengawas diharapkan semakin memperkuat langkah MI Maulana Maghribi dalam mewujudkan madrasah yang Islami, berakhlakul karimah, unggul, kreatif, serta mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi generasi penerus bangsa.(AF).