Integrasikan Koding dan Ekoteologi, Kelas 6B MIN 2 Bantul Hadirkan Pembelajaran Luar Kelas yang Interaktif
Bantul (MIN 2 Bantul) — Pembelajaran kreatif dan menyenangkan kembali dihadirkan MIN 2 Bantul melalui kegiatan pembelajaran luar kelas (outdoor learning) yang mengintegrasikan koding dan ekoteologi, Selasa, 27 Oktober 2026. Kegiatan yang diikuti murid kelas 6B ini berlangsung di lingkungan madrasah dengan bimbingan guru koding, Alifatul Azizah.
Kegiatan ini dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir komputasional (computational thinking) sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pendekatan ekoteologi. Murid diajak mengeksplorasi lingkungan madrasah dengan mengumpulkan berbagai jenis daun, mengidentifikasi karakteristik fisik tanaman, serta mencatat nama tumbuhan dan lokasi tempat tumbuhnya.
Alifatul Azizah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memadukan keterampilan berpikir logis dan sistematis dengan pengalaman belajar langsung. Melalui aktivitas mengumpulkan, menyortir, dan mengklasifikasikan daun, murid belajar mengenali pola (pattern recognition), menyusun urutan langkah (sequence), serta memahami logika pengambilan keputusan sederhana (if-else logic). Seluruh proses dilakukan tanpa perangkat komputer, tetapi tetap menerapkan prinsip dasar koding melalui aktivitas nyata.
“Melalui kegiatan sederhana di lingkungan madrasah, murid dapat belajar berpikir secara runtut, mengenali pola, dan mengambil keputusan berdasarkan hasil pengamatan. Mereka juga belajar bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar yang kaya dan bermakna,” jelasnya.
Tidak hanya mengembangkan kemampuan berpikir komputasional, kegiatan ini juga mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologi, yaitu pemahaman tentang hubungan antara keimanan, manusia, dan lingkungan. Murid diajak mengamati keanekaragaman tumbuhan sebagai bagian dari ciptaan Allah SWT, menyadari peran manusia sebagai khalifah fil ardh, serta menumbuhkan tanggung jawab untuk menjaga dan merawat alam.
Melalui pengamatan langsung, murid diharapkan tidak sekadar mengenal jenis-jenis tumbuhan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi turut membentuk karakter peduli lingkungan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Kepala MIN 2 Bantul, Yuhrotul Mardhiyah, mendukung inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi, sains, dan nilai-nilai keislaman tersebut. Pendekatan ini sejalan dengan upaya madrasah dalam membentuk generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan sistematis sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta berakhlak mulia.
Melalui pembelajaran luar kelas ini, murid kelas 6B MIN 2 Bantul memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna. Integrasi koding dan ekoteologi menjadi salah satu upaya madrasah untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual dan tanggung jawab ekologis.
Dari mengenali pola daun hingga merawat alam, pembelajaran di MIN 2 Bantul membuktikan bahwa teknologi dan keimanan dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan peduli lingkungan. (Alif)