Lompat ke isi utama
MAN 2 Bantul

Inovasi "Hydrotani Wall" Antarkan Siswa MAN 2 Bantul Raih Golden Ticket IPB University

Dikirim oleh eka putri pada 27 October 2026

Bantul (Humas Kemenag DIY) — Madrasah kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung nasional. Ahmad Hafidz Kamal Al Anwar, siswa kelas XII A Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul, berhasil meraih penghargaan prestisius berupa Golden Ticket masuk Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) University tanpa melalui jalur seleksi reguler. Prestasi ini diraih berkat keberhasilannya merebut predikat terbaik dalam Lomba Gagasan Tertulis pada ajang Olimpiade Pertanian Indonesia (OPI) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh IPB University.

Kemenangan ini lahir dari gagasan cerdas Hafidz bertajuk Hydrotani Wall, sebuah konsep pertanian presisi vertikal yang dirancang untuk memecahkan problematika keterbatasan lahan pekarangan di area padat penduduk.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian gemilang tersebut. Menurut Kakanwil, pencapaian ini membuktikan bahwa jargon "Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia" bukan sekadar slogan, melainkan tekad nyata yang terus dibuktikan oleh generasi muda madrasah lewat karya ilmiah solutif dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

Gagasan Hydrotani Wall terinspirasi dari realitas maraknya alih fungsi lahan hijau menjadi kawasan pemukiman di berbagai wilayah. Kondisi tersebut sering kali memupus keinginan masyarakat perkotaan untuk bercocok tanam demi memenuhi kebutuhan pangan harian secara mandiri.

"Melihat dinding-dinding pembatas rumah warga yang kosong dan dibiarkan begitu saja, saya terpikir untuk menjadikannya media tanam sayuran produktif. Hydrotani Wall mengintegrasikan struktur modul vertikal dengan sistem hidroponik terpadu yang ramah lingkungan, hemat tempat, dan berbiaya terjangkau," jelas Hafidz.

Sistem ini memiliki keunggulan berupa efisiensi penggunaan air dan nutrisi melalui instalasi sirkulasi tertutup (closed-loop system). Penggunaan air dapat dihemat hingga 80 persen jika dibandingkan dengan metode pertanian tanah konvensional. Pada dinding berukuran 2x3 meter, modul ini mampu menampung puluhan lubang tanam untuk komoditas bernilai ekonomis tinggi, seperti selada kriting, pakcoy, dan sawi kailan. Dalam sesi presentasi di hadapan dewan juri akademisi IPB University, Hafidz memaparkan secara runtut kalkulasi teknis, analisis biaya instalasi, hingga potensi ketahanan pangan skala rumah tangga yang dihasilkan.

Keberhasilan Hafidz tidak lepas dari iklim riset dan bimbingan terarah yang dibangun di MAN 2 Bantul. Kepala MAN 2 Bantul mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas dedikasi siswa serta para guru pembimbing yang tanpa lelah mengawal proses penulisan dan penyempurnaan gagasan ini selama berbulan-bulan. "Alhamdulillah, kerja keras ananda Hafidz berbuah manis. Kami di madrasah terus berkomitmen memfasilitasi minat dan bakat peserta didik, baik di bidang keagamaan maupun riset teknologi sains. Prestasi ini menjadi motivasi besar bagi seluruh siswa madrasah di DIY untuk terus berani bermimpi dan berinovasi," ungkap Kepala MAN 2 Bantul.

Guru pembimbing riset menambahkan bahwa proses pematangan konsep mencakup uji simulasi sirkulasi air dan pemanfaatan pencahayaan alami di area sempit, sehingga tanaman tetap berproduksi optimal meski berada di sudut pekarangan yang minim cahaya. Bagi Hafidz, raihan Golden Ticket ini merupakan pintu gerbang untuk mengabdi lebih jauh pada sektor pertanian modern. Ia bertekad memperdalam ilmu agrikultur di kampus terkemuka tersebut agar purwarupa Hydrotani Wall dapat diimplementasikan secara massal ke tengah masyarakat.

"Ilmu yang diperoleh di madrasah mengajarkan kami untuk selalu memberi kemanfaatan bagi lingkungan sekitar. Kesempatan studi di IPB University ini akan saya optimalkan sebaik-baiknya agar ke depan mampu berkontribusi nyata bagi kedaulatan pangan bangsa," pungkas Hafidz penuh syukur./isdwi