Membuka Jalan Masa Depan, Siswa Kelas X MAN 3 Bantul Ikuti Sosialisasi Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan Fase F
Bantul (MAN 3 Bantul) – MAN 3 Bantul menggelar sosialisasi intensif pemilihan mata pelajaran pilihan Fase F bagi seluruh siswa kelas X, Senin pagi (15/06/2026). Sosialisasi bertujuan untuk mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka pada aspek diversifikasi kurikulum.
Kegiatan strategis yang berpusat di aula madrasah ini dirancang sebagai pemandu arah (guideline) akademik murid sebelum memasuki jenjang Kelas XI.
Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto dalam pengarahannya menegaskan bahwa esensi dari pemilihan mata pelajaran pilihan pada Fase F bukan menjadi jembatan rujukan menuju pendidikan tinggi hingga rencana masa depan.
"Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi siswa untuk merancang masa depannya sejak dini. Namun, kebebasan ini harus didasarkan pada akuntabilitas, pemahaman minat bakat, serta linieritas program studi di perguruan tinggi yang dituju. Sinergi antara madrasah, murid, dan orang tua adalah kunci utama agar keputusan yang diambil objektif dan visioner. Luruskan dan bulatkan niat, Allah akan memberikan jalan untuk kesuksesan anak-anak," tegas Suyanto.
Lebih lanjut, Suyanto menyampaikan motivasi bagi murid untuk semangat melanjutkan pendidikan. Suyanto memberikan arahan agar pemilihan disesuaikan dengan minat, kemauan, dan orientasi masa depan.
Secara teknis, sosialisasi ini membedah Panduan Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan yang disusun oleh Tim Kurikulum dan BK MAN 3 Bantul. Regulasi tersebut mencakup pengelompokan rumpun mata pelajaran, proyeksi kuota rombongan belajar, hingga mekanisme pengisian instrumen pemilihan yang mengombinasikan sistem daring dan luring. Sosialisasi disampaikan oleh Guru BK, Yanu Ariyanto dan Nuryo Handoko.
Guna menjaga objektivitas pemilihan, madrasah mengintegrasikan peran Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) melalui asesmen yang telah dilakukan sebelumnya. Melalui pendekatan ini, siswa dibimbing untuk mengenali peta potensi diri, kecenderungan minat, serta kesiapan mental dalam menghadapi beban belajar di Fase F.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Wahyudi menambahkan bahwa hasil dari pemilihan mata pelajaran ini nantinya akan menjadi dasar pemetaan kelas dan kebutuhan pemenuhan jam mengajar guru secara proporsional. Langkah antisipatif ini diambil agar transisi menuju Fase F berjalan simultan dan tanpa kendala teknis.
Melalui program sosialisasi yang komprehensif dan berbasis data ini, MAN 3 Bantul membuktikan komitmennya dalam mendukung kebijakan Kementerian Agama untuk melahirkan lulusan madrasah yang adaptif, kompetitif, dan siap menjawab tantangan zaman di era disrupsi global. (ris/sal)