Ketua-Wakil Ketua OSIM MTsN 4 Bantul Dikukuhkan, Siap Emban Amanah Demokrasi Pelajar
Bantul (MTsN 4 Bantul) — Pengukuhan Ketua dan Wakil Ketua OSIS/OSIM/IPM hasil Pemilihan OSIS/OSIM/IPM (Pemilos) Serentak Tahun 2026 dilaksanakan secara daring dan luring pada Selasa (29/09/2026). Kegiatan luring dipusatkan di Gedung KPU Kabupaten Bantul, sedangkan MTsN 4 Bantul mengikuti secara daring dari Aula Madrasah. Dalam pengukuhan tersebut, Ketua OSIM terpilih MTsN 4 Bantul, Rizqi Wianto Putra kelas 8D, dan Wakil Ketua, Aufa Putri Az Zahra kelas 7H, resmi dikukuhkan sebagai pemimpin organisasi siswa.
Ketua KPU Kabupaten Bantul, Joko Santoso, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mengawal pelaksanaan Pemilos. Menurutnya, pemilihan secara serentak telah dilaksanakan sejak 2012 sebagai bagian dari pendidikan demokrasi bagi pelajar. Joko berpesan agar para ketua dan pengurus OSIS/OSIM/IPM mampu menjaga kepercayaan serta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. “Kepemimpinan politik harus bebas dari bullying, santun, dan bertanggung jawab,” pesannya sebelum membuka acara secara resmi dengan mengucapkan basmalah.
Sementara itu, sambutan KPU DIY disampaikan oleh Sri Surani, dilanjutkan sambutan Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta. Surani menegaskan bahwa pengukuhan merupakan bentuk kepercayaan dan amanah dari madrasah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Perbedaan yang muncul dalam proses demokrasi hendaknya dijadikan pembelajaran untuk membentuk karakter generasi muda yang lebih dewasa.Aris juga berpesan kepada seluruh pelajar Bantul agar mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui belajar sungguh-sungguh, meningkatkan ibadah, serta membangun akhlak mulia.
Waka Kesiswaan MTsN 4 Bantul, Restuning Utari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah mengikuti proses Pemilos dengan tertib dan demokratis. Restu berharap Rizqi dan Aufa dapat menjadi teladan bagi seluruh siswa, mampu merangkul semua pihak, serta menjalankan program OSIM dengan semangat kebersamaan. “Pemimpin bukan hanya tentang menjadi yang terpilih, tetapi bagaimana mampu mengemban amanah, mendengarkan aspirasi, dan bekerja bersama untuk kemajuan madrasah,” tuturnya. Pengukuhan ini diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi siswa dalam belajar berdemokrasi, berorganisasi, dan membangun kepemimpinan yang santun serta bertanggung jawab.(yul)