Lompat ke isi utama
x
MAN 4 Bantul

Mahasiswa PLP UIN Suka Ajak Siswa MAN 4 Bantul Maknai Ibadah Shalat

Dikirim oleh liana pada 4 March 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) – Suasana pagi di mushala MAN 4 Bantul pada Rabu (25/02/2026) terasa khidmat. Seusai shalat dhuha berjamaah, lantunan dzikir perlahan mereda dan dilanjutkan dengan program Kuldum (Kuliah Dua Puluh Menit) yang kali ini disampaikan mahasiswa PLP dari Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

 

Muhammad Hasaf Fuady tampil di hadapan seluruh siswa kelas X, XI, dan XII, serta guru dan pegawai madrasah. Dalam penyampaiannya, ia mengangkat tema tentang shalat sebagai wujud hablum minallah, hubungan spiritual antara hamba dan Allah SWT yang menjadi sumber kekuatan dalam berbagai situasi kehidupan.

 

“Shalat adalah tempat kita kembali. Saat senang, ia menjadi wujud syukur. Saat sedih, ia menjadi pelukan yang menenangkan. Saat sulit, ia menjadi pijakan agar tidak runtuh,” ungkap Hasaf di hadapan jamaah.

 

Ia menjelaskan bahwa shalat bukan sekadar kewajiban lima waktu, melainkan sarana penenang jiwa, penyembuh kegelisahan, sekaligus penjaga keimanan. Dalam sujud, manusia meletakkan kelelahan dan kegundahannya, sementara dalam doa, harapan kembali ditata dengan penuh keyakinan.

 

Para siswa tampak menyimak dengan khusyuk, sementara guru dan pegawai turut mengapresiasi pesan yang disampaikan. Hasaf juga menekankan pentingnya menjaga kualitas shalat, bukan hanya melaksanakannya secara rutin. “Jika ingin hati tetap hidup, jangan tinggalkan shalat. Di situlah kita belajar bersyukur, bersabar, dan berserah diri,” tambahnya.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembiasaan spiritual di MAN 4 Bantul selama bulan Ramadan, sekaligus mempererat kolaborasi antara madrasah dan perguruan tinggi dalam pembinaan karakter religius. Dua puluh menit yang singkat tersebut menghadirkan penguatan makna ibadah di tengah aktivitas belajar, menegaskan komitmen madrasah dalam menumbuhkan generasi yang beriman, tenang, dan berakhlak mulia. (lel/ica)-al