KUA Jetis Bantul Berpartisipasi Dalam Pengajian Forkomkap Jetis
Bantul (KUA Jetis) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Jetis Bantul turut berpartisipasi dalam kegiatan Pengajian Forum Komunikasi Kapanewon (FORKOMKAP) Jetis yang dilaksanakan di Masjid An Nur pada Selasa Kliwon, 11 Agustus 2026.
Kegiatan pengajian berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 08.30 WIB dan diikuti oleh unsur Forkompimkap Jetis, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran instansi dan masyarakat di wilayah Kapanewon Jetis.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Yasin secara bersama-sama. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Pembacaan Surat Yasin menjadi bagian pembuka kegiatan sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan, mempererat silaturahmi, serta memohon keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Setelah pembacaan Surat Yasin, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ust. Endro Suwarno. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan kajian tentang Surat Al-Furqan ayat 1–2, yang mengandung pesan penting mengenai keagungan Al-Qur’an sebagai pembeda antara kebenaran dan kebatilan serta kekuasaan Allah SWT sebagai Pencipta dan Penguasa seluruh alam.
Allah SWT berfirman:
تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا ١ الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا ٢
Artinya:
"Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya, dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkannya dengan ukuran yang tepat."
(QS. Al-Furqan: 1–2)
Dalam tausiyahnya, Ust. Endro Suwarno menekankan bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan. Al-Furqan berarti pembeda, sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an hendaknya menjadi dasar bagi umat Islam dalam membedakan antara yang benar dan yang salah, antara yang hak dan yang batil, serta antara perbuatan yang membawa kemaslahatan dan kemudaratan.
Ayat tersebut juga mengingatkan bahwa seluruh kekuasaan pada hakikatnya berada di tangan Allah SWT. Manusia diberikan amanah untuk menjalankan kehidupan dengan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, diperlukan kejujuran, amanah, keadilan, keteladanan, serta sikap saling menghormati dan menjaga kemaslahatan bersama.
Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an sangat relevan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan. Sinergi antara unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, dan berkemajuan.Partisipasi KUA Kapanewon Jetis dalam kegiatan FORKOMKAP tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen KUA dalam memperkuat sinergi lintas sektor, meningkatkan pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat, serta menghadirkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Kegiatan pengajian FORKOMKAP Jetis diharapkan tidak hanya menjadi forum untuk meningkatkan wawasan dan keimanan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik di antara unsur pemerintahan, lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kapanewon Jetis.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin dan penuh kebersamaan tersebut, diharapkan terbangun Kapanewon Jetis yang semakin religius, harmonis, guyub, dan senantiasa mendapatkan keberkahan serta perlindungan dari Allah SWT.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian pengajian berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh suasana kekeluargaan.
KUA Kapanewon Jetis Bantul terus berkomitmen untuk hadir dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan serta pembinaan kehidupan beragama bagi masyarakat. (Endro)