Lompat ke isi utama
MIN 2 Bantul

Kobarkan Semangat Pancasila, MIN 2 Bantul Perkuat Karakter Murid melalui Upacara

Dikirim oleh sugiyono@46 pada 1 October 2026

Bantul (MIN 2 Bantul) - Murid kelas 5A MIN 2 Bantul bertugas sebagai petugas upacara bendera yang dilaksanakan di halaman madrasah pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan upacara dipimpin oleh Kepala MIN 2 Bantul, Yuhrotul Mardhiyah, dan diikuti oleh seluruh murid serta guru dan tenaga kependidikan.

Dalam amanatnya, Kepala MIN 2 Bantul mengajak seluruh warga madrasah untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut selaras dengan tema Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, yaitu “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Yuhrotul Mardhiyah menyampaikan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan, tetapi menjadi pedoman dalam bersikap, bertindak, dan berinteraksi dengan sesama.
“Pancasila mengajarkan kita untuk hidup saling menghormati, menjaga persatuan, bermusyawarah, serta mewujudkan keadilan. Nilai-nilai tersebut perlu dibiasakan sejak dini, termasuk dalam kehidupan sehari-hari di madrasah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yuhrotul menjelaskan makna setiap sila Pancasila agar dapat dipahami dan diterapkan oleh murid.

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan setiap orang untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghormati pemeluk agama dan kepercayaan lain. Di lingkungan madrasah, nilai tersebut diwujudkan melalui kebiasaan berdoa, beribadah, dan menghargai teman.

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengajarkan untuk menghormati martabat setiap manusia, bersikap sopan, saling menyayangi, membantu sesama, serta tidak melakukan perundungan (bullying) atau tindakan yang menyakiti orang lain.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengajarkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Perbedaan suku, budaya, bahasa, maupun karakter tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan, tetapi menjadi kekuatan untuk hidup bersama sebagai satu bangsa Indonesia.

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengajarkan pentingnya menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, menghargai pendapat orang lain, serta menerima hasil keputusan bersama dengan penuh tanggung jawab.

Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengajarkan untuk bersikap adil, menghormati hak orang lain, melaksanakan kewajiban, serta membiasakan diri berbagi dan membantu mereka yang membutuhkan.
“Anak-anak dapat mengamalkan Pancasila melalui hal-hal sederhana, seperti menghormati guru, menyayangi teman, menjaga kebersihan, melaksanakan piket, bekerja sama, bermusyawarah, dan berlaku adil kepada siapa pun,” pesan Yuhrotul.

Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Petugas dari kelas 5A melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, mulai dari pengibaran bendera, pembacaan teks Pancasila, pembacaan UUD 1945, hingga rangkaian kegiatan lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana pembentukan karakter murid agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah, keluarga, dan masyarakat. (Zul)