Lompat ke isi utama
x

Kepala MA Madania Bantul Ikuti Workshop Penulisan Ensiklopedia Anak Bersama KYM

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 27 February 2026

Bantul (MA Madania Bantul) - Kepala MA Madania Bantul, Anis Fatiha, mengikuti Workshop Penulisan Ensiklopedia Anak bertema “Keajaiban Tubuh Manusia” yang diselenggarakan oleh Komunitas Yuk Menulis (KYM) secara daring, Jumat (20/02/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan pendidik dari berbagai daerah di Indonesia dan difokuskan pada praktik penulisan buku ensiklopedia anak. Peserta diberi waktu lima hari untuk menyelesaikan tulisan.


Workshop ini digagas dan dipandu langsung oleh Founder KYM, Vitriya Mardiyati. Ia menegaskan bahwa kegiatan dirancang berbasis praktik sehingga setiap peserta wajib menghasilkan karya yang layak terbit. Seluruh tulisan nantinya akan dihimpun dalam bentuk buku antologi ensiklopedia anak sebagai kontribusi nyata bagi literasi nasional.


Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi dalam kelompok kecil untuk menyusun artikel ensiklopedia menggunakan bahasa yang sederhana, komunikatif, serta sesuai dengan karakter pembaca anak. Setiap kelompok mengulas satu bagian tubuh manusia secara ilmiah sekaligus menarik, mengulas mulai dari pengertian, keistimewaan dan fakta uniknya.


Anis Fatiha berkolaborasi dengan Fitri Lestari dari SD Semarangan 5 Godean mengangkat tema kerongkongan. Dalam naskah yang disusun dijelaskan bahwa kerongkongan merupakan organ berbentuk tabung panjang yang menghubungkan mulut dengan lambung. Organ ini bekerja secara otomatis melalui gerak peristaltik untuk mendorong makanan menuju lambung, bahkan ketika tubuh berada dalam posisi berbeda.


Selain itu, Sutanto, guru MTsN 3 Bantul, turut ambil bagian dalam workshop ini bersama Umi Nurrosidah guru SD Timuran Yogyakarta. Keduanya mengangkat topik lambung sebagai organ penting dalam sistem pencernaan. Dalam tulisannya dijelaskan fungsi lambung sebagai tempat penyimpanan sementara makanan, mengaduk dan mengubahnya menjadi bubur halus, memiliki lapisan pelindung dari asam lambung, serta menyalurkan makanan ke usus kecil.


Menurut Anis, keterlibatan kepala madrasah dan guru dalam kegiatan literasi merupakan bentuk keteladanan sekaligus komitmen penguatan budaya menulis di lingkungan pendidikan. “Literasi harus dimulai dari pendidik. Ketika guru dan kepala madrasah menulis, maka semangat itu akan menular kepada murid,” ujarnya.


Partisipasi aktif insan madrasah dalam workshop ini sejalan dengan komitmen Kementerian Agama untuk terus mendorong penguatan literasi di satuan pendidikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir karya ensiklopedia anak yang edukatif, inspiratif, dan bermanfaat bagi generasi muda Indonesia. (Ans)