Lompat ke isi utama
x
MTs Al-Falaah Pandak

Wujudkan Santri Sehat Bebas Penyakit, MTs Al-Falaah Pandak Gelar Skrining Malaria dan TBC

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 18 Mei 2026

Bantul (MTs Al-Falaah Pandak) – Guna memastikan kesehatan dan kecerdasan para pelajar di lingkungan pondok pesantren, MTs Al-Falaah Pandak bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Pajangan melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Deteksi Dini Malaria dan TBC (Tuberkulosis). Kegiatan pemeriksaan ini berlangsung pada Senin (18/05/2026) mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, bertempat di Joglo PP Al-Imdad Bantul.

 

Program ini merupakan langkah proaktif pihak puskesmas dan institusi pendidikan dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan siswa serta mencegah penularan penyakit menular di lingkungan pondok pesantren di wilayah Kapanewon Pajangan.

 

Kepala MTs Al-Falaah Pandak, Ashlihatul Lathifah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi atas kepedulian serta respons cepat dari pihak kesehatan dalam menjaga kesejahteraan para siswa.

 

"Kami sangat berterima kasih kepada UPTD Puskesmas Pajangan atas terselenggaranya program skrining ini. Kesehatan para siswa adalah prioritas kami, karena lingkungan belajar yang sehat akan melahirkan generasi yang cerdas dan fokus dalam menuntut ilmu. Melalui pemeriksaan dini ini, kami dapat mengambil langkah pencegahan lebih awal demi kenyamanan bersama di madrasah," jelas Ashlihatul Lathifah.

 

Sesi pemeriksaan yang meliputi pengambilan sampel dan pemeriksaan fisik ini berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari para siswa. Salah satu siswa MTs Al-Falaah Pandak, Abbas Mushoffa,  merasa tenang dan menyadari pentingnya menjaga kesehatan setelah mengikuti kegiatan tersebut.

 

"Awalnya sempat gugup sebelum diperiksa, tetapi dokter dan petugas kesehatan sangat ramah, selain itu menjelaskan cara mencegah penyakit TBC dan malaria dengan jelas," ucapnya.

 

Dengan terlaksananya kegiatan skrining penyakit menular ini, MTs Al-Falaah Pandak terus membuktikan komitmennya bukan hanya dalam kecemerlangan akademik dan pembentukan akhlak, tetapi juga dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman penyakit menular. (Nrl/Rini)