Transformasi Digital di Kelas! Siswa MAN 2 Bantul Asah Jiwa Wirausaha Lewat Desain Brosur di Canva Edu
Bantul (MAN 2 Bantul) — Suasana Ruang Multimedia I MAN 2 Bantul tampak lebih dinamis dan penuh semangat pada Selasa (31/3/2026). Puluhan siswa kelas X D terlihat fokus di depan layar komputer, jari-jari mereka cekatan mengolah elemen grafis, memadukan warna, dan menyusun tipografi yang menarik. Hari itu, mereka tak sekadar belajar informatika, tetapi juga merancang masa depan melalui kreativitas digital.
Kegiatan ini merupakan bagian dari mata pelajaran Prodistik (Program Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi), program unggulan hasil kolaborasi madrasah dengan perguruan tinggi untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja. Pada pertemuan kali ini, siswa ditantang membuat brosur promosi usaha menggunakan platform Canva Edu.
Afiah Nur Aqini selaku instruktur Prodistik bersama Tuti Mulyati, guru Informatika MAN 2 Bantul, mendampingi langsung jalannya praktik. Afiah menjelaskan bahwa Canva Edu dipilih karena kemudahan penggunaan sekaligus kelengkapan fiturnya yang mendukung kreativitas siswa.
“Bukan hanya soal desain, tetapi bagaimana siswa mampu menyampaikan nilai jual produk atau jasa secara visual. Di era digital, kemampuan branding menjadi kunci penting,” ungkapnya.
Tugas yang diberikan pun dirancang kontekstual dan personal. Setiap siswa diminta membuat brosur usaha sesuai minat dan keterampilan masing-masing, sehingga memunculkan rasa memiliki terhadap karya sekaligus mendorong imajinasi tentang peluang usaha di masa depan. Di kelas X D, siswa berasal dari berbagai bidang keterampilan seperti Otomotif, Tata Busana, dan APHP.
Dalam prosesnya, siswa wajib memuat lima elemen utama dalam desain mereka, yaitu nama usaha sebagai identitas, jenis produk atau jasa minimal lima item, visualisasi yang representatif, daftar harga yang transparan, serta kontak person yang mudah diakses.
Hasil karya yang lahir pun sangat beragam dan kreatif. Mulai dari jasa editing video, katering rumahan, desain grafis, hingga budidaya tanaman hias. Keragaman ini mencerminkan luasnya potensi dan minat siswa yang dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi kreatif di masa depan.
Untuk menjaga kualitas, Tuti Mulyati menegaskan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada keindahan desain, tetapi juga aspek fungsionalitas dan ketepatan teknis. Terdapat lima indikator penilaian utama dengan total skor maksimal 100, sehingga setiap karya dinilai secara komprehensif.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga kreatif, inovatif, dan siap bersaing di era digital.
/rys