Tampil Percaya Diri di FLS3N, Dua Siswi MAN 2 Bantul Pamerkan Kreativitas Komik Digital
Bantul (MAN 2 Bantul) — Kreativitas siswa MAN 2 Bantul kembali mencuri perhatian dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) cabang Komik Digital tingkat Kabupaten Bantul. Dua siswi berbakat dari program Multimedia, Khansa Tsabitah Salsabila (XI A) dan Nafiza Khoirunnisa (X A), dipercaya mewakili madrasah dalam kompetisi yang digelar pada Rabu (22/4/2026) di SMA Negeri 1 Pundong.
Ajang tahunan ini menjadi ruang ekspresi bagi pelajar untuk mengembangkan bakat seni sekaligus mengasah kemampuan di bidang kreatif digital. Para peserta ditantang memadukan keterampilan ilustrasi dengan kekuatan storytelling visual guna menghasilkan karya komik yang menarik dan komunikatif.
Kompetisi berlangsung sengit, di mana peserta harus menggambar komik secara langsung sesuai tema yang ditentukan juri, yakni kebudayaan. Tema tersebut menuntut tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman nilai budaya serta kreativitas dalam mengemasnya ke dalam visual yang kuat.
Khansa Tsabitah Salsabila mengungkapkan rasa antusiasnya meski sempat diliputi ketegangan. “Awalnya saya merasa gugup karena harus menggambar langsung dengan waktu terbatas. Namun, hal itu justru memacu saya untuk menggali ide cerita yang lebih segar dan menyampaikan pesan budaya melalui karakter serta warna,” ujarnya.
Sementara itu, Nafiza Khoirunnisa mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sangat berharga. “Ini pengalaman pertama saya mengikuti lomba offline tingkat kabupaten. Saya belajar mengatur komposisi panel, layout, dan tetap menjaga estetika. Kompetisi ini benar-benar menguji kecepatan sekaligus kreativitas,” tuturnya.
Guru pembimbing Multimedia, Adinda Nora, memberikan apresiasi atas usaha dan semangat kedua siswi tersebut. Ia menilai partisipasi dalam FLS3N menjadi langkah penting dalam membentuk kemampuan sekaligus mental kompetitif siswa.
“Saya bangga dengan Khansa dan Nafiza. Mereka mampu menampilkan kemampuan terbaik di tengah tekanan waktu dan persaingan yang ketat. Ini pengalaman berharga untuk mengasah potensi sekaligus melatih mental juara,” ungkapnya.
Melalui keikutsertaan ini, MAN 2 Bantul berharap dapat memotivasi siswa lain untuk terus berkarya dan berinovasi, khususnya di bidang seni dan teknologi. FLS3N tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga wadah pengembangan diri, penguatan karakter, serta pelestarian budaya melalui karya digital yang kreatif.
/rys