Siswa MTsN 6 Bantul Asah Kemampuan Berbahasa Inggris Bersama Native Speaker dari Luar Negeri
Bantul (MTsN 6 Bantul)—Suasana Perpustakaan de’Talenta Lib MTsN 6 Bantul tampak berbeda pada Selasa, 3 Februari 2026. Sekitar 60 siswa larut dalam kegiatan pembelajaran bahasa Inggris yang hangat dan penuh tawa saat mereka berkesempatan berbincang langsung dengan native speaker dari luar negeri. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena siswa dapat mempraktikkan bahasa asing secara nyata dalam suasana yang menyenangkan dan komunikatif.
Penutur asli (Native speaker) yang hadir adalah Serge Nanda, penutur asli asal Senegal, Afrika. Dengan gaya yang ramah dan interaktif, Serge mengajak siswa berdialog sederhana dalam bahasa Inggris. Anak-anak tampak ceria dan antusias mengikuti setiap sesi percakapan. Rasa canggung yang semula terlihat perlahan berubah menjadi keberanian untuk mencoba berbicara, bertanya, dan merespons langsung dalam bahasa asing.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar kosakata dan pelafalan, tetapi juga melatih kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Interaksi dua arah membuat suasana pembelajaran bahasa Inggris menjadi sangat hidup. Siswa merasa tertantang sekaligus termotivasi karena dapat menggunakan bahasa Inggris dalam konteks nyata bersama penutur asli.
Menambah semarak kegiatan, sesi ditutup dengan bernyanyi bersama menggunakan fasilitas Interactive Flat Panel (IFP) yang tersedia di perpustakaan. Lagu berbahasa Inggris diputar, dan siswa mengikuti dengan penuh semangat. Perpaduan teknologi dan pembelajaran interaktif ini membuat perpustakaan benar-benar berfungsi sebagai ruang belajar yang inspiratif dan menyenangkan.
Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Serge Nanda dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi bahasa asing siswa. Guru pendamping, Ely Widayati, juga memberikan apresiasi kepada Serge yang tidak hanya menjadi native speaker, tetapi juga menguasai lima bahasa, yakni Inggris, Prancis, Indonesia, Senegal, dan Spanyol. Menurutnya, kehadiran sosok multibahasa ini menjadi inspirasi tersendiri bagi siswa untuk terus belajar dan berani bermimpi menembus batas dunia. (ewh)