Seminar Kesehatan Mental di MTs Muhammadiyah Kasihan Tekankan Pentingnya Menjaga Kondisi Psikologis Siswa
Bantul ( MTs Muhammadiyah Kasihan ) — Siswa MTs Muhammadiyah Kasihan tampak antusias mengikuti seminar kesehatan mental yang digelar di aula madrasah pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama dengan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Yogyakarta sebagai upaya memperkuat pemahaman siswa mengenai pentingnya kesehatan mental di lingkungan sekolah.
Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat aktif dan bersemangat mengikuti rangkaian acara. Beberapa di antaranya turut merespons materi yang disampaikan pemateri, menunjukkan bahwa topik kesehatan mental menjadi hal yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Kepala madrasah,Ridwan Furqoni dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan siswa tidak hanya dilihat dari nilai akademik, tetapi juga dari sikap dan perkembangan karakter.
“Nilai bagus tidak selalu linear dengan cara bersikap siswa. Karena itu, pendidikan karakter dan kesehatan mental juga penting untuk diperhatikan,” ujarnya.
Dalam sesi materi, mahasiswa BK UPY mengajak siswa untuk lebih mengenali kondisi diri sendiri ketika menghadapi tekanan belajar maupun masalah pribadi. Mereka menegaskan bahwa setiap masalah pasti memiliki solusi, sehingga siswa tidak perlu merasa sendiri atau mudah menyerah.
Materi kemudian dikaitkan dengan pengalaman yang sering dialami siswa, seperti sulit tidur karena overthinking, merasa lelah meskipun tidak banyak beraktivitas, hingga perubahan suasana hati yang tiba-tiba. Hal ini membuat siswa lebih mudah memahami bahwa kondisi tersebut merupakan hal yang wajar dialami manusia, namun tetap perlu dikelola dengan baik.
“Kalau kamu pernah merasa banyak pikiran, mau tidur malah overthinking, badan capek padahal hanya rebahan, tiba-tiba bad mood, itu wajar. Itu artinya kamu manusia,” jelas pemateri.
Melalui kegiatan ini, madrasah berharap siswa semakin berani terbuka terhadap kondisi mentalnya, saling mendukung satu sama lain, serta mampu mencari solusi ketika menghadapi tekanan akademik maupun kehidupan sehari-hari.(Putra)