Penyuluh KUA Sewon : Halalbihalal Jangan Berhenti di Tradisi, Tapi Jadi Penguat Perubahan Diri
Yogyakarta (KUA Sewon) — Halalbihalal Jamaah Tanjung tak sekadar menjadi ajang silaturahmi tahunan kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (17/04/2026), di Tanjung, Bangunharjo, Sewon.
Dalam pemaparannya, tradisi saling memaafkan Penyuluh Agama KUA Sewon, Rustam mengajak jemaah memaknai halalbihalal bukan hanya seremoni semata. Lebih dari itu, Halalbihalal harus menjadi titik awal untuk memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Refleksi Halalbihalal adalah momentum perubahan. Sebagaimana kepompong atau ulat, setelah tirakat berpuasa, keluar menjadi kupu-kupu yang indah. Maka, kita jangan berhenti di tradisi. Halalbihalal harus menjadi penguat perubahan diri,” ucapnya.
Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi energi kebaikan, tidak hanya di lingkungan Tanjung, tetapi juga menginspirasi masyarakat yang lebih luas. (Rtm)