MIN 2 Bantul Ikuti Nobar Film “Cyberbullying” untuk Penguatan Pendidikan Karakter
Yogyakarta ( MIN 2 Bantul ) - Dalam rangka memperkuat implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Film “Cyberbullying” pada Rabu, (19/11). Acara dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di CGV Cinemas Pakuwon Mall Jogja, dan diikuti oleh kepala madrasah, guru serta karyawan yang mewakili, serta perwakilan siswa jenjang MI dan MTs dari wilayah Bantul, Kota Yogyakarta, dan Sleman.
Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Bagus Hariyanto, selaku pelaksana program. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait implementasi penguatan pendidikan karakter melalui media film. Hal tersebut juga sejalan dengan amanat Perpres No. 87 Tahun 2027 tentang Penguatan Pendidikan Karakter serta diperkuat melalui Surat Edaran Tiga Menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Pendidikan, dan Menteri Dalam Negeri.
Film Cyberbullying produksi DL Entertainment ini mengangkat isu perundungan digital yang kian marak di era media sosial. Kisahnya berfokus pada Neira, siswi kelas 8 berusia 13 tahun di Makassar yang dikenal berprestasi dan menjadi teladan sekolah. Kehidupan Neira berubah drastis setelah sebuah video konfrontasi tersebar di media sosial, membuatnya mengalami tekanan psikologis, menarik diri, dan kehilangan semangat hidup. Film ini menyoroti betapa seriusnya dampak perundungan digital bagi mental remaja.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan dari MIN 2 Bantul, Kepala Madrasah Yuhrotul Mardhiyah, menyampaikan bahwa film ini sangat relevan dengan tantangan pendidikan di era digital. Menurutnya, media film dapat menjadi sarana efektif untuk mengajak siswa merenungkan dampak perbuatan di dunia maya serta menumbuhkan sikap bijak dalam berinteraksi secara digital. “Film ini memberi gambaran nyata kepada siswa tentang bahaya cyberbullying. Kami berharap tontonan seperti ini dapat menjadi penguatan pendidikan karakter baik di madrasah maupun di rumah,” ujarnya.
Salah satu perwakilan guru MIN 2 Bantul, Alifa, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan ini. “Filmnya bagus karena mengajari kita untuk bijak bermedia digital. Jadi tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dunia maya. Semoga acara seperti ini bisa rutin diadakan,” ungkapnya.
Sementara itu, Fazila, perwakilan siswa dari MIN 2 Bantul, berharap kegiatan nobar seperti ini dikembangkan menjadi media pembelajaran. “Akan lebih baik jika dijadikan outing class, supaya setelah menonton kami bisa berdiskusi dan mengambil langkah pencegahan bersama,” tuturnya.
Melalui nobar film Cyberbullying ini, Kemenag DIY berharap seluruh warga madrasah semakin tersadarkan pentingnya literasi digital, etika bermedia, serta pembinaan karakter yang kuat baik di lingkungan madrasah maupun keluarga.(Alf)