Lompat ke isi utama
x
MAN 2 Bantul

MGMP Seni Budaya DIY : Riyadi Setyawan guru MAN 2 Bantul Dorong Penguatan Seni Madrasah dan Regenerasi Kreativitas

Dikirim oleh eka putri pada 4 Mei 2026

Bantul (MAN 2 Bantul) — Gelora seni dan semangat kolaborasi kembali menyala dalam forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar di MAN 1 Sleman pada Selasa, 14 April 2026. Pertemuan ini menjadi ruang strategis bagi para pendidik seni madrasah se-DIY untuk menyatukan visi dalam menguatkan pembelajaran seni yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing.

Dalam forum bergengsi tersebut, Riyadi Setyawan dari MAN 2 Bantul hadir sebagai bagian dari barisan pendidik yang aktif mendorong kemajuan seni madrasah. Kehadirannya menegaskan komitmen kuat guru seni budaya dalam menjaga denyut kreativitas di lingkungan pendidikan madrasah.

Agenda utama MGMP kali ini berfokus pada regenerasi struktur organisasi sebagai upaya memperkuat keberlanjutan kepemimpinan, serta penguatan pelaksanaan FLS3N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) sebagai panggung aktualisasi bakat dan ekspresi seni peserta didik madrasah. Diskusi berlangsung penuh gagasan, mencerminkan dinamika pemikiran para guru dalam membangun ekosistem seni yang lebih progresif.

Suasana forum semakin hidup dengan pemaparan gagasan dari Supriyono dari MAN 1 Gunungkidul yang menawarkan konsep kegiatan seni antar-madrasah. Ia mendorong adanya pentas seni kolaboratif lintas daerah sebagai ruang ekspresi bersama sekaligus memperkuat jejaring kreativitas siswa madrasah di DIY.

Ketua MGMP Seni Budaya DIY, Sumarjana, memberikan apresiasi mendalam atas partisipasi aktif seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa MGMP merupakan ruang lahirnya gagasan besar yang menjaga keberlangsungan seni madrasah.

“MGMP bukan sekadar forum rutin, tetapi arena lahirnya energi kreatif baru. Regenerasi organisasi dan penguatan FLS3N adalah fondasi penting agar seni madrasah terus tumbuh, hidup, dan berdaya saing di masa depan,” tegasnya.

Pertemuan ini menjadi penanda kuat bahwa seni di lingkungan madrasah DIY tidak hanya dipelihara, tetapi terus dikembangkan sebagai kekuatan budaya dan pendidikan yang menyatukan kreativitas, kolaborasi, dan prestasi.
/rys