Lompat ke isi utama
x
KUA Sedayu

Masjid di Sedayu Siap Sambut Pemudik, KUA Dorong Masjid Ramah bagi Musafir Lebaran

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 15 March 2026

Bantul (KUA Sedayu) – Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 H, Kantor Urusan Agama (KUA) Sedayu terus mendorong masjid-masjid di wilayahnya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melaksanakan sosialisasi program Masjid Ramah Pemudik kepada pengurus takmir Masjid Al-Muttaqin yang berada di jalur utama Jalan Wates, Pedusan, Argorejo, Sedayu, Bantul, pada Kamis (12/03/2026)

.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari tindak lanjut arahan Kementerian Agama Republik Indonesia agar masjid yang berada di jalur strategis perjalanan mudik dapat berfungsi tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai tempat singgah yang nyaman bagi para musafir yang sedang menempuh perjalanan panjang menuju kampung halaman.

 

Kepala KUA Sedayu, Ari Iswanto, dalam penyampaiannya menjelaskan bahwa tradisi mudik merupakan fenomena sosial yang selalu terjadi setiap tahun menjelang Hari Raya Idulfitri. Jutaan masyarakat melakukan perjalanan pulang kampung untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Oleh karena itu, keberadaan masjid di sepanjang jalur mudik memiliki peran penting sebagai tempat istirahat sekaligus tempat ibadah bagi para pemudik.

 

Menurut Ari, masjid yang berada di jalur mudik diharapkan dapat memberikan pelayanan yang ramah dan terbuka bagi siapa saja yang singgah. Bentuk pelayanan tersebut dapat berupa menyediakan tempat istirahat yang bersih, kamar mandi yang layak, air minum, hingga tempat parkir yang aman bagi para pemudik.

 

“Kami mengajak pengurus takmir masjid untuk ikut mensukseskan program Mudik 2026 dengan menjadikan masjid sebagai tempat yang nyaman bagi para musafir. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat pelayanan umat,” ujar Ari.

 

Ia menambahkan bahwa program Masjid Ramah Pemudik merupakan salah satu upaya Kementerian Agama dalam menghidupkan fungsi sosial masjid di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan pengurus masjid, diharapkan para pemudik dapat merasakan suasana yang lebih aman, nyaman, dan religius selama perjalanan.

 

Hal senada disampaikan oleh Jamilludin, Penyuluh Agama Islam KUA Sedayu. Ia menjelaskan bahwa seluruh penyuluh agama di lingkungan Kementerian Agama mendapatkan tugas untuk melakukan sosialisasi program tersebut kepada pengurus masjid, khususnya yang berada di jalur-jalur strategis yang dilalui para pemudik.

 

Menurut Jamilludin, masjid memiliki peran penting dalam menghadirkan nilai-nilai pelayanan dan kepedulian sosial kepada sesama. Para pemudik yang menempuh perjalanan jauh tentu membutuhkan tempat beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan.

 

“Masjid Ramah Pemudik telah dilaunching oleh Kementerian Agama beberapa waktu lalu. Program ini mengajak pengurus masjid untuk membuka diri dan memberikan layanan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang sedang melakukan perjalanan jauh,” jelas Jamilludin.

 

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran masjid yang ramah bagi pemudik tidak hanya memberikan manfaat secara praktis, tetapi juga dapat menjadi sarana dakwah yang efektif. Para musafir yang singgah di masjid dapat merasakan langsung nilai-nilai keramahan, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah yang menjadi bagian dari ajaran Islam.

 

Sementara itu, pengurus Takmir Masjid Al-Muttaqin menyambut baik program tersebut. Hebnu dan Walgito yang mewakili pengurus takmir menyampaikan komitmen dan kesiapan mereka untuk mendukung program Masjid Ramah Pemudik.

 

Menurut mereka, posisi Masjid Al-Muttaqin yang berada di jalur utama Jalan Wates menjadikannya sebagai salah satu titik strategis yang berpotensi menjadi tempat singgah bagi para pemudik yang melintas menuju wilayah Yogyakarta maupun daerah sekitarnya.

 

“Kami menyambut baik program ini. InsyaAllah Masjid Al-Muttaqin siap menyambut para pemudik, baik saat arus mudik maupun arus balik. Kami akan berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi para musafir yang singgah di masjid ini,” ujar Hebnu.

 

Ia menambahkan bahwa pengurus takmir juga akan melakukan berbagai persiapan, seperti memastikan kebersihan masjid, menyiapkan fasilitas wudhu dan kamar mandi yang memadai, serta membuka akses bagi para pemudik yang ingin beristirahat sejenak.

 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Walgito. Menurutnya, program Masjid Ramah Pemudik merupakan momentum yang baik untuk menghidupkan kembali peran sosial masjid di tengah masyarakat.

 

“Masjid sejatinya adalah rumah bagi umat Islam. Siapa pun yang datang harus merasa diterima dan dilayani dengan baik. Dengan program ini, kami berharap masjid bisa menjadi tempat yang memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi para pemudik,” ungkapnya.

 

Melalui kegiatan sosialisasi ini, KUA Sedayu berharap semakin banyak masjid yang terlibat aktif dalam memberikan pelayanan kepada para pemudik. Dengan demikian, perjalanan mudik tidak hanya menjadi perjalanan fisik menuju kampung halaman, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh dengan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan keberkahan.