Lompat ke isi utama
x
MAN 4 Bantul

MAN 4 Bantul Implementasikan Gerakan SaOr SaPo untuk Mewujudkan Kelas Ramah Lingkungan

Dikirim oleh liana pada 28 April 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) – Dalam rangka memperingati Hari Bumi Tahun 2026 sekaligus mendukung persiapan program Adiwiyata, MAN 4 Bantul mencanangkan program SaOr SaPo (Satu Orang Satu Pohon) pada Rabu (22/04/2026). Program ini merupakan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh warga madrasah dalam upaya menciptakan lingkungan yang hijau dan asri.

 

Berbeda dengan kegiatan penanaman pohon di lahan terbuka, program ini difokuskan pada penanaman tanaman hias dalam pot yang kemudian ditempatkan di depan setiap ruang kelas. Melalui kegiatan ini, lingkungan madrasah diharapkan menjadi lebih tertata, indah, dan nyaman.

 

Penanaman dilakukan oleh anggota OSIS bersama guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam merawat tanaman yang telah ditanam.

 

Setiap tanaman yang ditempatkan di depan kelas menjadi tanggung jawab bersama warga kelas untuk dirawat, mulai dari penyiraman hingga menjaga kebersihan area sekitar. Hal ini diharapkan dapat membentuk karakter peduli lingkungan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

 

Anggota tim Adiwiyata MAN 4 Bantul, Erni Tyas Fatnani, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk membangun kebiasaan sederhana yang berdampak besar bagi lingkungan. Ia menjelaskan bahwa melalui program Satu Orang Satu Pohon, diharapkan tumbuh rasa memiliki terhadap lingkungan madrasah sehingga kepedulian terhadap lingkungan semakin meningkat.

 

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para siswa yang tampak antusias mengikuti proses penanaman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

 

Melalui program SaOr SaPo, MAN 4 Bantul menunjukkan komitmennya dalam menanamkan budaya peduli lingkungan melalui langkah-langkah sederhana yang berkelanjutan. Diharapkan, program ini tidak hanya memberikan dampak di lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. (lel/ica)-al