Lompat ke isi utama
x
MAN 2 Bantul

Kolaborasi Jurnalistik Menginspirasi, Kepala MAN 2 Bantul Soroti Pentingnya Literasi Digital

Dikirim oleh eka putri pada 4 Mei 2026

Bantul (MAN 2 Bantul) — Semangat kolaborasi dalam dunia jurnalistik kembali digaungkan melalui kegiatan penguatan kompetensi yang digelar Bawaslu Kabupaten Bantul bersama Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Bertempat di Aula MAN 2 Bantul pada Selasa (31/03/2026), kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta dari MAN 2 Bantul, SMKN 1 Bantul, serta perwakilan Kalurahan Sabdodadi.

Kehadiran Filosa Gita Sukmono, Kaprodi Ilmu Komunikasi UMY, menjadi daya tarik utama dengan materi strategis seputar jurnalistik di era digital yang semakin kompetitif.

Kepala MAN 2 Bantul dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas terjalinnya sinergi ini. Ia menilai, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam membekali generasi muda dengan kemampuan yang relevan di tengah derasnya arus informasi.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Siswa tidak hanya belajar menulis berita, tetapi juga memahami bagaimana menyampaikan informasi yang akurat, menarik, dan berdampak. Ini menjadi bekal penting agar mereka cerdas bermedia dan mampu bersaing di era digital,” tuturnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bantul, Didik Joko Nugroho menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya membangun generasi muda yang melek informasi sekaligus tangguh dalam menghadapi hoaks.

“Kami ingin generasi muda menjadi agen literasi digital. Melalui jurnalistik, mereka dapat menyampaikan informasi yang benar sekaligus berkontribusi dalam mengawal demokrasi secara cerdas dan kreatif,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan, Filosa mengungkap strategi penting agar sebuah berita mampu bersaing di dunia digital. Ia menjelaskan bahwa selain konten yang berkualitas, aspek teknis seperti SEO dan distribusi konten juga memegang peranan penting.

Materi yang disampaikan mencakup teknik membuat judul yang kuat dan menarik, penggunaan kata kunci yang tepat, penerapan struktur piramida terbalik yang dipadukan dengan storytelling, hingga pentingnya menjaga kecepatan, akurasi, dan kredibilitas dalam publikasi. Tak kalah penting, peserta juga diajak memahami cara membangun interaksi dengan pembaca melalui media sosial.

“Di era digital, berita yang baik bukan hanya yang enak dibaca, tetapi juga mudah ditemukan. Jadi, jangan hanya mengejar viral, tapi pastikan tetap valid,” tegas Filosa.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Salah satu siswa MAN 2 Bantul, Isro Arabianto kelas X A, mengaku mendapatkan perspektif baru dalam dunia penulisan berita.

“Saya jadi paham bahwa menulis berita itu harus strategis, bukan sekadar bagus. Ternyata ada teknik agar tulisan kita bisa muncul di Google. Ini sangat bermanfaat,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal tumbuhnya budaya literasi digital di kalangan pelajar, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, perguruan tinggi, dan lembaga pemerintah dalam mencetak generasi muda yang kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan era informasi.
/rys