Kepala KUA Sedayu: Pernikahan Merupakan Ibadah Sepanjang Hidup
Bantul (KUA Sedayu) – Kantor Urusan Agama (KUA) Sedayu kembali menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin. Bimbingan Perkawinan Angkatan IV Tahun 2026 tersebut dilaksanakan pada Kamis (04/06/2026) di Balai Nikah KUA Sedayu dan diikuti oleh 15 pasang calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam mempersiapkan pasangan calon pengantin agar memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan mental dalam membangun keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Plt. Kepala KUA Sedayu, Ari Iswanto, hadir secara langsung untuk membuka kegiatan sekaligus memberikan sambutan kepada para peserta. Dalam arahannya, Ari menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan sosial maupun legalitas hubungan antara laki-laki dan perempuan, melainkan sebuah ibadah yang memiliki nilai luhur di hadapan Allah SWT.
Menurutnya, pasangan yang memutuskan untuk menikah harus memahami bahwa kehidupan rumah tangga merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen, kesabaran, dan tanggung jawab yang besar. "Pernikahan itu ibadah, maka setelah menjadi keluarga ibadah itu dijalankan sepanjang hidup," ujar Ari Iswanto di hadapan peserta.
Ari menjelaskan bahwa kebahagiaan rumah tangga tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan materi, tetapi juga dari kemampuan pasangan untuk menjaga komunikasi, saling menghormati, serta membangun kehidupan keluarga yang berlandaskan nilai-nilai agama.
Ia juga mengingatkan bahwa pernikahan merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang membawa banyak keberkahan bagi kehidupan seseorang. Untuk itu, calon pengantin harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Dalam kesempatan tersebut, Ari mengutip sabda Nabi Muhammad SAW: “Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuh sisanya.” (HR. Al-Baihaqi).
Menurut Ari, hadis tersebut menunjukkan bahwa pernikahan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam karena menjadi sarana menjaga kehormatan diri, memperkuat ketakwaan, dan membangun generasi yang berkualitas.
Kegiatan Bimbingan Perkawinan Angkatan IV ini juga melibatkan berbagai pihak yang berkompeten di bidangnya. Salah satunya adalah kerja sama dengan Puskesmas Sedayu I yang menghadirkan Endah Bekti Rahayu sebagai narasumber. Dalam sesinya, Endah menyampaikan materi tentang kesehatan reproduksi, kesehatan ibu dan anak, serta pentingnya menjaga kesehatan sejak masa pra nikah.
Materi tersebut diberikan agar calon pengantin memiliki pemahaman yang memadai mengenai kesehatan reproduksi dan mampu merencanakan kehidupan keluarga yang sehat dan berkualitas. Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi mengenai pencegahan stunting, pola hidup sehat, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah.
Sementara itu, Jamilludin, Penyuluh Agama Islam KUA Sedayu yang bertindak sebagai fasilitator Bimwin, mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan secara aktif dan interaktif. Melalui berbagai metode pembelajaran partisipatif, peserta diajak memahami hakikat dan tujuan pernikahan dalam perspektif agama maupun kehidupan sosial.
Untuk menciptakan suasana yang lebih hidup, peserta mengikuti berbagai kegiatan ice breaking yang dirancang untuk menggali pemahaman tentang makna pernikahan, komunikasi pasangan, dan kerja sama dalam keluarga. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif karena mampu mencairkan suasana sekaligus meningkatkan partisipasi peserta.
Jamilludin menjelaskan bahwa Bimbingan Perkawinan tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membekali calon pengantin dengan keterampilan praktis dalam menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga.
“Melalui Bimbingan Perkawinan ini, calon pengantin diharapkan mampu memahami konsep keluarga sakinah, mengenali berbagai dinamika yang mungkin terjadi dalam rumah tangga, serta memiliki kesiapan untuk membangun keluarga yang berkualitas dan tangguh,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari membangun hubungan yang sehat antara suami dan istri, pengelolaan konflik keluarga, pemenuhan hak dan kewajiban pasangan, pengasuhan anak, hingga perencanaan ekonomi keluarga.
Salah satu peserta, Rico, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dan memberikan banyak wawasan baru yang sebelumnya belum dipahami.
“Bimbingan ini sangat bermanfaat bagi kami yang akan memasuki kehidupan rumah tangga. Kami jadi lebih memahami tanggung jawab sebagai suami dan istri serta bagaimana membangun keluarga yang harmonis. Insya Allah kami siap membina rumah tangga yang harmonis dan penuh keberkahan,” ungkap Rico.
Dengan terselenggaranya Bimbingan Perkawinan Angkatan IV Tahun 2026 ini, KUA Sedayu berharap seluruh calon pengantin dapat memasuki jenjang pernikahan dengan kesiapan yang lebih matang, baik dari aspek keagamaan, kesehatan, psikologis, maupun sosial. Bekal tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. (Jml)