Lompat ke isi utama
Kankemenag Bantul

Kepala Kankemenag Bantul Kukuhkan Tim Ekoteologi, Perkuat Komitmen Mewujudkan Green Office dan Pelestarian Lingkungan

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 7 July 2026

Bantul (Kanemenag) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul (Kankemenag) mengukuhkan Tim Ekoteologi dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 Kankemenag Bantul, Selasa (07/07/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut implementasi kebijakan ekoteologi sekaligus bagian dari program kerja untuk memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bantul.

 

Ketua Tim Penggerak Ekoteologi Kankemenag Bantul, Isman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan Tim Ekoteologi menjadi langkah strategis dalam menggerakkan seluruh satuan kerja agar berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, implementasi ekoteologi bukan hanya sebatas program, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap alam.

 

Pada kesempatan tersebut, Muntolib, secara resmi mengukuhkan Tim Ekoteologi yang akan menjadi motor penggerak pelaksanaan program di setiap satuan kerja. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ekoteologi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), khususnya dalam kegiatan penanaman pohon dan berbagai aksi pelestarian lingkungan lainnya.

 

"Ekoteologi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh stakeholder. Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan," ujar Muntolib.

Kankemenag Bantul

Ada beberapa program prioritas yang akan dilaksanakan di seluruh satuan kerja di lingkungan Kanekemenag Bantul. Program tersebut meliputi penunjukan Duta Ekoteologi pada masing-masing satuan kerja sebagai penggerak utama program, integrasi aksi pilah sampah dengan pembuatan biopori dan losida yang diawali dengan penyusunan data dasar (baseline), serta penanaman 165 bibit tanaman sayuran yang menjadi tanggung jawab para duta bersama pimpinan satuan kerja.

 

Selain itu, program juga mencakup penerapan kebijakan Green Office melalui pembiasaan penggunaan perlengkapan ramah lingkungan, termasuk pelaksanaan rapat tanpa plastik sekali pakai yang didukung dengan dokumen kebijakan sebagai bukti implementasi. Tim juga akan mengintegrasikan kebijakan pengurangan penggunaan kertas di Kantor Urusan Agama (KUA) dan madrasah melalui berbagai inovasi, seperti penyusunan surat edaran maupun kebijakan internal yang mendorong digitalisasi administrasi.

 

Sebagai program pendukung, Tim Ekoteologi juga akan menginisiasi pembuatan tempat sampah pilah tiga jenis sampah oleh siswa madrasah untuk didistribusikan kepada 17 KUA se-Kabupaten Bantul. Program ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara madrasah, KUA, dan berbagai pihak dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

 

Melalui pengukuhan Tim Ekoteologi ini, diharapakan implementasi nilai-nilai ekoteologi dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi gerakan bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang hijau, bersih, serta selaras dengan semangat pelestarian ciptaan Tuhan. (Ev)