Guru MTsN 4 Bantul Hadir Dalam Pelatihan Publikasi Karya Sastra UNY Bersama MGMP Bahasa Indonesia MTs Kabupaten
Bantul (MTsN 4 Bantul) - Para guru Bahasa Indonesia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia MTs se-Kabupaten Bantul mengikuti kegiatan Pelatihan Publikasi Karya Sastra yang diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Selasa (22/07/2025), bertempat di Rumah Makan Bebakaran Manding, Bantul. Mewakili hadir Guru Bahasa Indonesia dari MTsN 4 Bantul, Ketty Astuti.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program pelatihan sebelumnya yang berfokus pada penulisan cerpen, sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat oleh UNY. Dalam pelatihan ini, para guru diberi pemahaman dan keterampilan dalam menyusun serta mempublikasikan karya sastra, dengan harapan dapat memperkuat tradisi literasi di lingkungan madrasah.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bantul, Ahmad Musyadad. Dalam sambutannya, Ahmad Musyadad menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang berkelanjutan dari UNY dan MGMP. "Program ini sangat membantu Kemenag dalam mengembangkan pendidikan madrasah. Kami berharap kegiatan ini terus dilanjutkan oleh MGMP sebagai bentuk keberlanjutan dan berdampak langsung bagi guru-guru madrasah," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ahmad Musyadad menyatakan bahwa pelatihan seperti ini memberikan kesempatan bagi para guru untuk meng-upgrade ilmu serta mengembangkan kompetensi dan keilmuannya, yang diharapkan dapat membawa dampak positif khususnya bagi pendidikan di Kabupaten Bantul. “Semoga kegiatan ini menjadi jariyah keilmuan bagi Bapak dan Ibu guru,” tambahnya.
Sementara itu, Else Lilianis dari FBS UNY menyampaikan kesiapan UNY untuk terus menjalin kerja sama serupa di tahun-tahun mendatang. "Program ini merupakan bentuk kepedulian UNY dalam meningkatkan kompetensi guru-guru, khususnya di madrasah tsanawiyah di Bantul," ujarnya.
Soeminto A. Suyuti, salah satu dosen di FBS UNY dalam paparannya memberikan refleksi mendalam tentang peran guru dalam membangun budaya dan peradaban. "Sebagai guru, kita punya hutang kebudayaan. Tidak akan ada proses pendidikan yang bermakna tanpa mengalami. Peluncuran karya guru ini adalah bagian dari pembayaran hutang budaya. Pendidikan sejatinya adalah proses pembudayaan dan peradaban," tuturnya penuh semangat.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi momen peningkatan kapasitas guru, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun tradisi keilmuan dan budaya literasi yang kuat di lingkungan madrasah. (yul)