MAN 3 Bantul Sambut Kepala Madrasah se-Malang Raya dalam Rakorev dan Benchmarking MAN Wilker Malang
Bantul (MAN 3 Bantul) — MAN 3 Bantul menerima kunjungan kerja dari rombongan Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Wilayah Kerja Malang Raya, Sabtu (04/10/2026). Sebanyak 28 kepala madrasah yang berasal dari Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Probolinggo, hingga Kabupaten Pasuruan hadir dalam rangka melaksanakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) sekaligus studi tiru atau benchmarking tata kelola madrasah berbasis riset.
Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto mengungkapkan kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan resmi yang disampaikan oleh KKMA Wilayah Kerja (Wilker) Malang Raya. MAN 3 Bantul dipilih sebagai lokasi percontohan sekaligus narasumber utama karena dinilai memiliki pengalaman dan pencapaian yang baik dalam pengelolaan madrasah berbasis riset dan tahfiz.
Kegiatan studi tiru ini mengusung tema: “Benchmarking Tata Kelola Madrasah Berbasis Riset: Sinergi Akademik, Inovasi Pembelajaran, dan Kepemimpinan Transformatif”. Sebagai upaya menciptakan suasana yang akrab namun tetap terarah, rangkaian acara awal dikemas dalam format semi-formal dan dilaksanakan di Restoran Sate Klatak Pak Pong, salah satu tempat kuliner khas Yogyakarta yang terkenal.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris KKMA Wilayah Kerja Malang Raya, Ahmad Zamroni. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KKMA Wilayah Kerja Malang Raya, Ahmad Barik. Dalam sesi inti, Kepala MAN 3 Bantul Suyanto menyampaikan sambutan selamat datang sekaligus memaparkan materi secara mendalam mengenai profil madrasah, inovasi program, manajemen kurikulum berbasis riset, serta strategi kepemimpinan yang diterapkan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan.
“Selamat datang Bapak Ibu, terima kasih atas kepercayaan KKMA Wilayah Kerja Malang Raya yang telah memilih MAN 3 Bantul sebagai tujuan benchmarking. Bagi kami, budaya riset dan tahfiz merupakan ekosistem yang dibangun melalui kolaborasi seluruh warga madrasah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik. Kami berharap kunjungan ini menjadi ruang saling belajar, saling menginspirasi, dan memperkuat sinergi antarmadrasah dalam menghadirkan inovasi pembelajaran serta meningkatkan mutu pendidikan yang berdaya saing,” ungkap Suyanto.
Pemaparan tersebut mendapatkan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Hal ini terlihat pada sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif dan penuh kekeluargaan.
Usai pemaparan, dilanjutkan sesi diskusi. Hadirin antusias ingin membahas lebih mendalam pengembangan riset dan tahfiz di MAN 3 Bantul. Beberapa pertanyaan strategis yang diajukan kepada kepala MAN 3 Bantul di antaranya trategi pengembangan madrasah berbasis riset sehingga mampu meraih prestasi di ajang bergengsi tingkat nasional, seperti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI), penerapan model inovasi pembelajaran pada program Tahfidz Al-Qur’an yang dilaksanakan di MAN 3 Bantul, serta kiat membangun motivasi dan kekompakan kerja di kalangan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Sebelum melanjutkan perjalanan, seluruh peserta bersama-sama melaksanakan doa bersama. Selain memohon kelancaran pelaksanaan program pendidikan, doa juga dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan dan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Arief Rahman Anzarudin.
Setelah rangkaian diskusi dan ibadah salat Dhuhur, rombongan langsung menuju lokasi utama, yaitu lingkungan MAN 3 Bantul. Di lokasi ini, para peserta melakukan peninjauan langsung terhadap sarana dan prasarana pendidikan, lingkungan belajar, serta mengamati secara nyata penerapan tata kelola madrasah berbasis riset yang telah dibahas sebelumnya. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat jaringan kerja sama antar madrasah, berbagi praktik baik, serta mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan di wilayah masing-masing. (ris/sal)