Dari Bengkel ke Masa Depan: Siswa MAN 2 Bantul Tuntaskan Magang dengan Bekal Nyata
Bantul (MAN 2 Bantul) — Menutup fase akhir pembelajaran di madrasah, siswa kelas XII MAN 2 Bantul resmi menyelesaikan rangkaian Praktik Kerja Lapangan (PKL) melalui kegiatan penarikan magang pada Kamis (30/4/2026). Momen ini bukan sekadar penutup, tetapi menjadi titik refleksi atas pengalaman, keterampilan, dan nilai kerja yang telah ditempa langsung di dunia industri.
Selama masa magang, para siswa ditempatkan di berbagai mitra industri, di antaranya Kreasi Minimalis yang dipimpin Candra Kusuma, serta Bengkel Las RD di bawah arahan Sukijo. Di tempat-tempat inilah siswa mendapatkan pengalaman autentik—mengasah keterampilan teknis, khususnya di bidang pengelasan, sekaligus memahami ritme dan tuntutan dunia kerja yang sesungguhnya.
Prosesi penarikan magang berlangsung penuh kesan. Suasana haru bercampur bangga terasa saat para siswa berpamitan, tidak hanya secara administratif, tetapi juga membawa pulang pesan, evaluasi, dan apresiasi dari para pembimbing industri. Candra Kusuma mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat dan kedisiplinan siswa, seraya berharap pengalaman ini terus dikembangkan sebagai bekal masa depan.
Hal serupa disampaikan Sukijo, yang menekankan bahwa dunia kerja tidak hanya menuntut keterampilan teknis, tetapi juga karakter kuat. “Tanggung jawab, ketekunan, dan kejujuran adalah kunci. Anak-anak sudah menunjukkan potensi itu,” ujarnya. Selama menjalani PKL, siswa tidak hanya belajar teknik dasar hingga lanjutan, tetapi juga terbiasa menggunakan alat kerja secara profesional, mengatur waktu, serta membangun komunikasi di lingkungan kerja. Mereka pun ditempa menghadapi tantangan nyata—menyelesaikan pekerjaan sesuai target dan menjaga kualitas hasil.
Guru pembimbing MAN 2 Bantul menegaskan bahwa magang merupakan bagian penting dari pembelajaran berbasis keterampilan. “Kami ingin siswa tidak hanya siap lulus, tetapi juga siap melangkah—baik ke dunia kerja maupun pendidikan lanjutan,” ungkapnya. Bagi para siswa, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga yang tak tergantikan. Selain keterampilan teknis, mereka belajar arti kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab. Dunia kerja yang sebelumnya hanya dibayangkan, kini telah mereka rasakan secara nyata.
Penarikan magang ini menjadi penanda bahwa siswa kelas XII telah menuntaskan salah satu tahap penting dalam perjalanan pendidikan mereka. Dengan bekal pengalaman dan keterampilan yang dimiliki, mereka diharapkan mampu melangkah lebih percaya diri dalam merancang masa depan. Karena sejatinya, berakhirnya magang bukanlah akhir perjalanan—melainkan gerbang awal menuju dunia nyata, tempat mimpi diuji dan cita-cita diperjuangkan.
/rys