Lompat ke isi utama
x
MAN 2 Bantul

Asah Jiwa Entrepreneur! Siswa MAN 2 Bantul Rancang Kartu Usaha Digital di Laboratorium Multimedia

Dikirim oleh eka putri pada 4 Mei 2026

Bantul (MAN 2 Bantul) — Di tengah derasnya arus digitalisasi, siswa MAN 2 Bantul tak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mulai bertransformasi menjadi pencipta peluang. Suasana penuh semangat terlihat di Ruang Multimedia I pada Selasa (7/4/2026), saat siswa kelas X E antusias merancang kartu usaha digital sebagai identitas bisnis masa depan mereka.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran Prodistik (Program Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi), program unggulan hasil kolaborasi madrasah dengan perguruan tinggi untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis di bidang IT. Pada sesi kali ini, fokus pembelajaran diarahkan pada pembuatan Kartu Usaha Digital menggunakan platform desain populer, Canva Edu.

Pembelajaran berlangsung interaktif di bawah bimbingan Afiah Nur Aqini selaku instruktur Prodistik, bersama Tuti Mulyati, guru Informatika MAN 2 Bantul. Keduanya mendampingi siswa dalam menuangkan ide bisnis ke dalam desain visual yang menarik dan profesional.

Tuti Mulyati menegaskan bahwa kemampuan desain digital kini menjadi kebutuhan penting. “Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menghasilkan karya nyata. Dengan Canva Edu, mereka dapat mengakses fitur premium secara gratis untuk mendukung kreativitas dan membangun branding sejak dini,” ungkapnya.

Dalam proses pembuatan, siswa dibekali dasar-dasar desain grafis, mulai dari pemilihan warna yang sesuai dengan karakter merek hingga penataan layout yang nyaman dilihat. Setiap kartu usaha wajib memuat identitas penting seperti nama usaha yang unik, visual produk atau jasa, serta informasi kontak—mulai dari WhatsApp, email, hingga media sosial.

Afiah Nur Aqini menambahkan bahwa kartu usaha digital memiliki keunggulan dari sisi fleksibilitas dan jangkauan. “Kartu ini mudah dibagikan melalui media sosial atau aplikasi pesan. Di era sekarang, kecepatan dan visual yang menarik menjadi kunci dalam pemasaran,” jelasnya.

Kreativitas siswa pun terlihat beragam—mulai dari konsep bisnis toko sepatu, kuliner, hingga fashion. Dengan bantuan Canva Edu, bahkan siswa yang tidak memiliki kemampuan menggambar manual tetap mampu menghasilkan desain yang estetis dan profesional.

Lebih dari sekadar tugas sekolah, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Program Prodistik diharapkan mampu mencetak lulusan yang mandiri secara ekonomi, sekaligus siap menjadi sosiopreneur sejak usia pelajar.

Menjelang akhir pembelajaran, suasana kelas tetap hidup dengan diskusi seputar pemilihan font dan desain logo. Karya siswa nantinya akan dikumpulkan secara digital dan dipresentasikan sebagai bagian dari latihan komunikasi pemasaran.

Melalui kegiatan ini, MAN 2 Bantul menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan teknologi dengan pendidikan, sekaligus membentuk generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di era digital. /rys