Hari Kesaktian Pancasila, MTsN 1 Bantul Ajak Murid Jaga Persatuan, Tolak Perundungan, dan Bijak Bermedia Sosial
Bantul (MTsN 1 Bantul) – MTsN 1 Bantul menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila di halaman depan madrasah, Kamis (01/10/2026). Upacara diikuti oleh murid kelas VII dan VIII, serta guru dan pegawai MTsN 1 Bantul.
Bertindak sebagai pembina upacara, Miqdam Muhammad Al Hafidz, guru Akidah Akhlak MTsN 1 Bantul. Sementara itu, petugas upacara berasal dari murid kelas VIII A di bawah bimbingan wali kelas, Erna Radiyanti.
Meski hanya melaksanakan dua kali latihan, seluruh petugas mampu menjalankan tugas dengan baik. Mulai dari pembawa acara, pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, hingga pembaca doa, seluruh rangkaian tugas dapat dilaksanakan dengan tertib dan lancar.
Dalam amanatnya, Miqdam menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk meneguhkan kembali Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, sekaligus pemersatu bangsa. Pancasila, menurutnya, harus tetap menjadi landasan yang menyatukan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ia juga menyampaikan tema Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026, yaitu “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dihafalkan maupun diucapkan ketika mengikuti upacara.
“Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dapat kita mulai dari lingkungan madrasah, melalui sikap dan perilaku kita sehari-hari,” pesannya.
Menurutnya, pengamalan Pancasila dapat dilakukan melalui berbagai tindakan sederhana. Di antaranya bersikap jujur, disiplin, menghormati perbedaan, tidak melakukan perundungan atau bullying, membiasakan musyawarah, peduli dan membantu sesama, menghormati orang lain, menjaga kerukunan, serta mampu bekerja sama dalam keberagaman.
Miqdam juga menekankan pentingnya tanggung jawab seluruh warga madrasah dalam menghidupkan nilai-nilai Pancasila. Pendidik diharapkan mampu memberikan keteladanan dalam pengamalan nilai-nilai tersebut. Sementara itu, peserta didik diajak untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, menghargai teman, menjaga persaudaraan, serta menghindari perilaku yang dapat merusak persatuan.
Dalam amanatnya, ia turut mengingatkan murid agar menjadi generasi yang bijak di era teknologi. Perkembangan teknologi dan media sosial hendaknya dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat. Murid juga diingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.
“Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki adab dan akhlakul karimah,” pesannya.
Selain itu, Miqdam mengajak para murid untuk memperhatikan etika dalam pergaulan. Menurutnya, setiap orang perlu membiasakan diri mendengarkan orang lain, memahami batas ketika bercanda, serta memperlakukan orang lain sebagaimana dirinya ingin diperlakukan.
“Kehebatan seseorang bukan hanya ditentukan oleh kepintaran, tetapi juga oleh kemampuannya membuat orang lain merasa aman, nyaman, dan dihargai,” ujarnya.
Mengakhiri amanatnya, Miqdam mengajak seluruh murid MTsN 1 Bantul untuk menghidupkan Pancasila melalui tindakan nyata dengan menjaga persatuan, menghargai perbedaan, menjauhi perundungan, bijak menggunakan teknologi, serta membangun lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan penuh kepedulian.
Dengan demikian, nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak berhenti sebagai materi yang dipelajari, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam bersikap dan berinteraksi sehari-hari demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (bhe)