Lompat ke isi utama
MAN 4 Bantul

Dalami Ilmu Falak, Murid Riset MAN 4 Bantul Belajar Langsung di POB Syekh Bela Belu

Dikirim oleh Fidela alma pada 24 June 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) — Rombongan murid kelas riset MAN 4 Bantul melaksanakan kunjungan edukatif ke Pos Observasi Bulan (POB) Syekh Bela Belu yang terletak di kawasan Parangtritis, Kretek, Bantul, pada Senin (22/06/2026). POB Syekh Bela Belu dikenal sebagai salah satu pos rukyatul hilal terbaik di Indonesia yang dikelola oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY sebagai pusat pembelajaran ilmu falak sekaligus destinasi wisata langit berbasis astronomi Islam.

 

Kedatangan para calon peneliti muda MAN 4 Bantul tersebut disambut langsung oleh petugas Kanwil Kemenag DIY. Dalam kegiatan itu, para murid memperoleh pengetahuan yang komprehensif serta pembekalan mendalam mengenai peran strategis POB dalam sistem penanggalan Islam, khususnya terkait pelaksanaan rukyatul hilal, yaitu pengamatan bulan sabit muda untuk menentukan awal bulan kamariah seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

 

Selama kegiatan berlangsung, murid kelas riset diajak menjelajahi area museum yang menyimpan berbagai koleksi terkait kedirgantaraan dan antariksa. Mereka diperkenalkan pada peta rasi bintang, alat hisab tradisional hingga modern, serta berbagai perangkat instrumentasi canggih. POB Syekh Bela Belu juga dilengkapi dengan sejumlah teleskop dan teropong berteknologi tinggi yang digunakan untuk mengamati pergerakan bulan dan bintang secara akurat.

 

Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan wujud nyata upaya madrasah dalam memfasilitasi murid riset agar mampu mengintegrasikan ilmu keagamaan dengan sains modern. “Kami ingin melahirkan generasi santri peneliti yang tidak hanya kuat dalam literasi fikih, tetapi juga menguasai sains dan teknologi. Melalui kunjungan ini, murid dapat melihat secara langsung praktik ilmu falak yang dilakukan secara empiris menggunakan perangkat modern. Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan minat mereka untuk menghasilkan karya tulis ilmiah yang inovatif di bidang astronomi Islam,” ujarnya.

 

Antusiasme murid semakin meningkat ketika mengikuti sesi simulasi lapangan yang dipandu oleh pakar falak sekaligus narasumber POB Syekh Bela Belu, Muntoha. Di bawah bimbingannya, para murid melakukan praktik observasi matahari dan bulan menggunakan teropong khusus berfilter untuk mengamati dinamika permukaan matahari serta posisi bulan pada siang hari. Selain itu, mereka juga mengikuti eksperimen roket air, yakni praktik pembuatan dan peluncuran roket air sebagai simulasi dasar prinsip aerodinamika dan hukum fisika yang menjadi dasar teknologi peluncuran satelit.

 

Kegiatan yang berlangsung secara interaktif tersebut ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara murid riset dan narasumber. Melalui kunjungan ini, MAN 4 Bantul berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem riset madrasah yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global. (lel/ica)-al