Lompat ke isi utama
MAN 4 Bantul

Bekali Siswa Jadi Penolong Pertama, PMR Unit 43 MAN 4 Bantul Belajar Tangani Luka Psikologis

Dikirim oleh Fidela alma pada 1 October 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) – Pertolongan pertama tidak selalu berkaitan dengan luka yang terlihat secara fisik. Kepedulian terhadap kondisi emosional dan kesehatan mental teman sebaya juga menjadi bagian penting yang perlu dimiliki remaja. Hal inilah yang menjadi perhatian PMR Unit 43 MAN 4 Bantul melalui Pelatihan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis di Aula MAN 4 Bantul, Selasa (29/09/2026).

 

Sebanyak 22 anggota PMR mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi empat guru, yaitu Erni Tyas Fatnani selaku Koordinator PMR, Susana Siwi Astuti selaku Koordinator UKS, Sudarsih selaku Koordinator BK, dan Ita Yuanita selaku Guru BK. Pelatihan menghadirkan Agatha Wuri Handayani dari Puskesmas Banguntapan III sebagai narasumber.

 

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya memberikan respons awal yang tepat ketika menjumpai teman yang mengalami tekanan psikologis, kecemasan, atau kondisi emosional yang membutuhkan perhatian. Siswa juga dikenalkan dengan peran first aider atau penolong pertama yang dapat memberikan dukungan awal kepada teman di lingkungan sekitarnya.

 

Tidak hanya dibekali pengetahuan, peserta diajak mengasah kepekaan terhadap perubahan perilaku orang-orang di sekitarnya. Mereka belajar menjadi pendengar yang empati, memberikan perhatian tanpa menghakimi, serta menghadirkan dukungan yang dapat membuat teman merasa didengar dan tidak menghadapi masalah seorang diri.

 

Koordinator PMR MAN 4 Bantul, Erni Tyas Fatnani, menyampaikan bahwa pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental siswa.

 

“Melalui pelatihan P3 Luka Psikologis bersama Puskesmas Banguntapan III ini, kita ingin melatih anak-anak PMR agar menjadi first aider yang mampu menangani luka batin teman-temannya. Harapannya, mereka bisa lebih peka dan perhatian terhadap lingkungan sekitar, khususnya ketika ada kawan yang menunjukkan tanda-tanda luka atau tekanan psikologis,” tuturnya.

 

Menurut Erni, keterlibatan UKS dan Bimbingan Konseling dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan pentingnya kerja sama dalam menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan nyaman bagi siswa.

 

“Kehadiran tim UKS dan Bimbingan Konseling yang mendampingi hari ini juga menjadi bentuk komitmen kita bersama untuk menghadirkan ruang yang aman, nyaman, dan saling peduli bagi seluruh murid MAN 4 Bantul,” imbuhnya.

 

Melalui sinergi PMR, UKS, BK, dan Puskesmas Banguntapan III, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan anggota PMR, tetapi juga menumbuhkan budaya saling peduli di lingkungan madrasah. Dengan kepekaan dan kepedulian yang terbangun sejak dini, siswa diharapkan mampu menjadi teman yang hadir dan memberikan dukungan ketika orang di sekitarnya membutuhkan. (lel)-al