Apresiasi Atas Pengabdian 30 Tahun, MAN 4 Bantul Lepas Pegawai dengan Penuh Khidmat
Bantul (MAN 4 Bantul) – Suasana Aula MAN 4 Bantul pada Jumat (30/01/2026) dipenuhi nuansa haru dan kebersamaan dalam acara pelepasan pegawai yang memasuki masa purna tugas. Keluarga besar MAN 4 Bantul secara resmi melepas Slamet Basuki Paring Wintolo yang akan memasuki masa pensiun terhitung mulai 1 Februari 2026. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang pengabdian beliau di madrasah.
Slamet Basuki Paring Wintolo telah mengabdi di MAN 4 Bantul sejak tahun 1993. Selama lebih dari tiga puluh tahun, beliau dikenal sebagai sosok yang sederhana, loyal, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Dedikasi dan komitmennya meninggalkan kesan mendalam bagi rekan kerja maupun pimpinan madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan. “Atas nama keluarga besar MAN 4 Bantul, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Bapak Slamet Basuki Paring Wintolo. Tiga puluh tiga tahun merupakan perjalanan yang panjang, dan kontribusi beliau akan selalu menjadi bagian dari sejarah madrasah ini,” ungkapnya. Ia juga mendoakan agar masa purna tugas menjadi fase kehidupan yang penuh kesehatan, ketenangan, dan keberkahan.
Kepala Tata Usaha selaku atasan langsung turut memberikan penghargaan atas kinerja beliau yang disiplin dan dapat diandalkan. Dalam kesempatan tersebut, Slamet Basuki Paring Wintolo menyampaikan rasa syukur sekaligus permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar madrasah. “Terima kasih atas kebersamaan selama saya bertugas di MAN 4 Bantul. Apabila terdapat kekhilafan selama menjalankan tugas, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” tuturnya dengan penuh kerendahan hati.
Acara pelepasan ini menjadi refleksi bahwa pengabdian yang dijalankan dengan keikhlasan akan selalu meninggalkan jejak kebaikan. MAN 4 Bantul melepas dengan doa dan penghormatan, serta melanjutkan langkah dengan semangat kebersamaan yang telah diteladankan. (lel/ica)-al