Lompat ke isi utama
kua jetis

52 Calon Manten ikuti Bimbingan Perkawinan Mandiri di KUA Kapanewon Jetis

Dikirim oleh liana pada 4 June 2026

Bantul (KUA Jetis) - Dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan keluarga serta mempersiapkan calon pengantin agar mampu membangun rumah tangga yang harmonis, Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Jetis Bantul kembali menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan Mandiri bagi calon pengantin. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 04 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB bertempat di Aula Nikah KUA Kapanewon Jetis Bantul.


Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan dilanjutkan dengan pembukaan yang diwakili oleh Endro Suwarno mewakili Kepala KUA Kapanewon Jetis Bantul. Dalam sambutannya,  menyampaikan bahwa bimbingan perkawinan merupakan salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan calon pengantin agar memiliki bekal yang cukup sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Endro menegaskan bahwa pernikahan bukan hanya sekadar penyatuan dua insan, melainkan juga penyatuan visi, komitmen, dan tanggung jawab dalam membangun keluarga yang kuat, harmonis, dan berketahanan. Oleh karena itu, setiap calon pengantin perlu memiliki pengetahuan yang memadai tentang kehidupan keluarga, kesehatan reproduksi, pengasuhan anak, serta nilai-nilai keagamaan yang menjadi fondasi utama dalam rumah tangga.


Kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri kali ini diikuti oleh 52 peserta calon pengantin, yang berasal dari berbagai wilayah di Kapanewon Jetis dan sekitarnya. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dirancang secara edukatif dan interaktif.Untuk memberikan pembekalan yang komprehensif, kegiatan menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu:
Pada sesi pertama, dr. Nindya dari Puskesmas Jetis menyampaikan materi mengenai Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin. Dalam pemaparannya dijelaskan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak sebelum menikah sebagai upaya mewujudkan keluarga yang sehat dan melahirkan generasi yang berkualitas.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah, pencegahan penyakit menular, pemenuhan gizi calon ibu, kesehatan kehamilan, serta pentingnya menjaga pola hidup sehat sebagai bekal dalam membangun keluarga yang sejahtera.


Pada sesi berikutnya, H. Tarso  menyampaikan materi bertajuk "Merencanakan Perkawinan yang Kokoh Menuju Keluarga Sakinah".
Tarso menjelaskan bahwa keluarga sakinah tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kesiapan mental, spiritual, emosional, dan sosial. Dalam materi tersebut peserta diajak memahami pentingnya komunikasi yang baik antara suami dan istri, pengelolaan konflik secara bijak, perencanaan ekonomi keluarga, serta pentingnya membangun komitmen dan tanggung jawab bersama. selain itu juga menekankan bahwa pondasi keluarga yang kokoh harus dibangun di atas nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan rumah tangga di masa depan.


Materi terakhir disampaikan oleh Hj. Nur Aeni dari KUA Kapanewon Jetis dengan tema "Membangun Generasi Berkualitas".
Dalam paparannya dijelaskan bahwa keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak. Oleh karena itu, calon orang tua harus memiliki kesiapan dalam mendidik dan membimbing anak agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki karakter yang kuat.
Aeni juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi sangat dipengaruhi oleh pola asuh, keteladanan, dan suasana yang dibangun dalam lingkungan keluarga.


Antusiasme Pesertaselama kegiatan berlangsung, para peserta aktif mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait persiapan pernikahan, pengelolaan kehidupan rumah tangga, kesehatan reproduksi, hingga pola pengasuhan anak. Interaksi yang hangat antara peserta dan narasumber menjadikan kegiatan berlangsung hidup dan memberikan manfaat yang nyata bagi calon pengantin.


Kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri ini terselenggara dengan baik berkat dukungan penuh dari Tim Panitia KUA Kapanewon Jetis Bantul yang telah mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan, mulai dari administrasi, sarana prasarana, hingga pendampingan peserta selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, KUA Kapanewon Jetis berharap para calon pengantin tidak hanya siap secara administratif untuk melangsungkan pernikahan, tetapi juga siap secara fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Dengan bekal yang diperoleh melalui bimbingan perkawinan ini, diharapkan lahir keluarga-keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah serta mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. "Mempersiapkan Pernikahan dengan Ilmu, Membangun Keluarga dengan Iman, dan Melahirkan Generasi Berkualitas untuk Masa Depan." ( Ndro)