Lompat ke isi utama
MAN 4 Bantul

Wujudkan Madrasah Adiwiyata, MAN 4 Bantul Latih Siswa Riset Olah Limbah Organik

Dikirim oleh Fidela alma pada 24 September 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) – Sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus implementasi riset aplikatif, siswa kelas X E2 yang tergabung dalam Kelas Riset MAN 4 Bantul melaksanakan praktik pembuatan eco-enzyme pada Rabu (23/09/2026). Kegiatan pengolahan limbah organik tersebut berlangsung di halaman utama MAN 4 Bantul pada jam pelajaran Riset.

 

Di bawah bimbingan Pembimbing Riset MAN 4 Bantul, Naurah Zauzanit Sarwa, siswa diajak mengolah limbah organik rumah tangga serta sisa buah dan sayuran dari kantin madrasah menjadi cairan eco-enzyme yang memiliki beragam manfaat. Siswa mempraktikkan secara langsung tahapan pencampuran bahan dengan formula yang digunakan dalam pembuatan eco-enzyme, yakni perbandingan bahan organik, molase, dan air bersih.

 

Praktik tersebut tidak hanya mengasah keterampilan metodologi penelitian eksperimental siswa sejak dini, tetapi juga menyelaraskan pembelajaran riset dengan nilai-nilai Panca Cinta Kementerian Agama, khususnya cinta lingkungan dan cinta sesama. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung program Adiwiyata di madrasah.

 

Koordinator Riset MAN 4 Bantul, Mpu Tabah Chalifatah Aji, menjelaskan proses, manfaat eco-enzyme, serta nilai edukatif yang diperoleh siswa melalui kegiatan tersebut.

 

“Praktik pembuatan eco-enzyme hari ini memberikan pengalaman belajar berbasis hands-on research yang sangat berharga bagi siswa kelas X E2. Prosesnya memanfaatkan sampah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran yang dicampur dengan molase dan air, kemudian difermentasi selama kurang lebih tiga bulan. Hasil cairan eco-enzyme ini nantinya memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami yang ramah lingkungan, pupuk organik cair, hingga pemurni udara dan air,” jelasnya.

 

Menurut Mpu Tabah, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk menghubungkan pembelajaran teori dengan praktik nyata di lingkungan sekitar.

 

“Melalui eksperimen sederhana namun berdampak ini, siswa tidak hanya belajar teori kimia dan biologi di Kelas Riset, tetapi juga mengimplementasikan nilai Panca Cinta Kementerian Agama, yaitu menyayangi lingkungan dengan mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi bumi,” imbuhnya.

 

Melalui kegiatan Kelas Riset yang aplikatif, MAN 4 Bantul terus berkomitmen membentuk generasi peneliti muda yang cerdas, inovatif, sekaligus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. (lel/ica)-al