Warga Panggang Argomulyo Gelar Pengajian Lapanan Malam Ahad Pon dan Ikrar Wakaf di Masjid Darul Ulum
Bantul (KUA Sedayu) – Suasana khidmat, penuh kebersamaan dan keberkahan menyelimuti Masjid Darul Ulum, Panggang, Argomulyo, Sedayu, pada Sabtu (12/09/2026). Warga dan jemaah setempat berkumpul untuk mengikuti Pengajian Lapanan Malam Ahad Pon yang secara rutin diselenggarakan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman dan pengamalan keagamaan masyarakat.
Pengajian lapanan tersebut kali ini menjadi semakin istimewa karena dirangkaikan dengan prosesi Ikrar Wakaf tanah yang diperuntukkan bagi pengembangan fasilitas Masjid Darul Ulum. Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh makna, dengan dihadiri tokoh agama, pengurus masjid, wakif, nazir, serta masyarakat sekitar.
Prosesi Ikrar Wakaf diawali dengan penyerahan tanah wakaf seluas 139 meter persegi oleh Bapak Muhammad Ngadiran selaku wakif kepada Hariyanto selaku nazir. Tanah tersebut secara resmi diwakafkan untuk mendukung pembangunan serambi serta akses jalan menuju Masjid Darul Ulum Argomulyo.
Bagi Muhammad Ngadiran, wakaf merupakan salah satu bentuk pengabdian dan kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. Tanah yang diwakafkan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi jemaah saat ini, tetapi juga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
“Wakaf ini saya niatkan untuk kepentingan umat dan kemakmuran Masjid Darul Ulum. Mudah-mudahan tanah ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembangunan serambi dan akses jalan masjid, sehingga jemaah semakin nyaman dalam beribadah dan mengikuti berbagai kegiatan keagamaan,” ungkap Muhammad Ngadiran.
Ia berharap apa yang telah diwakafkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun sarana ibadah sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat Panggang dan sekitarnya.
“Yang terpenting adalah bagaimana wakaf ini bisa benar-benar bermanfaat. Saya berharap ke depan Masjid Darul Ulum semakin ramai dengan kegiatan ibadah, pengajian, pendidikan agama, dan kegiatan sosial masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Hariyanto menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menerima dan mengelola amanah wakaf tersebut. Menurutnya, amanah wakaf harus dijaga dengan penuh tanggung jawab agar penggunaannya sesuai dengan tujuan yang telah diikrarkan oleh wakif.
“Ini merupakan amanah yang besar. Sebagai nazir, kami berkewajiban menjaga, mengelola, dan memastikan tanah wakaf ini digunakan sesuai dengan tujuan wakaf, yaitu untuk kepentingan pembangunan dan kemakmuran Masjid Darul Ulum,” ujar Hariyanto.
Menurut Hariyanto, keberadaan tanah wakaf tersebut akan memberikan manfaat besar bagi pengembangan fasilitas masjid. Pembangunan serambi dan akses jalan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan jemaah serta mendukung berbagai kegiatan yang selama ini telah berjalan.
“Kami berharap pengelolaan wakaf ini mendapat dukungan dari seluruh masyarakat. Semoga pembangunan yang direncanakan dapat berjalan lancar dan nantinya manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh jemaah dan masyarakat sekitar,” katanya.
Setelah prosesi Ikrar Wakaf selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Pengajian Lapanan Malam Ahad Pon yang diampu oleh Kepala KUA Sedayu, Syahril Sidiq.
Dalam tausiyahnya, Syahril Sidiq mengajak jemaah untuk membangun kebiasaan beramal secara konsisten. Menurutnya, keberhasilan seseorang dalam menjalankan kehidupan beragama tidak hanya ditentukan oleh banyaknya amal yang dilakukan sesekali, tetapi juga oleh kemampuan untuk menjaga amal tersebut secara terus-menerus.
“Penting bagi kita untuk memiliki amal sederhana, meskipun sedikit tetapi dikerjakan secara terus-menerus (istiqamah). Amalan yang rutin inilah yang justru dinilai besar di hadapan Allah SWT,” tutur Syahril Sidiq di hadapan para jemaah.
Syahril Sidiq juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan wakaf yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pengajian tersebut. Menurutnya, wakaf merupakan bentuk nyata kepedulian seorang Muslim terhadap keberlangsungan kemaslahatan umat.
“Wakaf bukan hanya persoalan menyerahkan sebidang tanah, tetapi merupakan bentuk investasi akhirat. Ketika tanah tersebut digunakan untuk masjid, jalan menuju masjid, serambi, dan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi umat, insyaallah manfaatnya akan terus mengalir,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar semangat wakaf dan amal jariyah terus ditumbuhkan di tengah masyarakat. “Masjid akan semakin makmur apabila masyarakat merasa memiliki dan ikut berkontribusi. Kontribusi itu tidak selalu harus dalam jumlah besar. Tenaga, pikiran, waktu, harta, maupun kemampuan yang kita miliki dapat menjadi bagian dari amal untuk memakmurkan masjid,” katanya.
Kepala KUA Sedayu tersebut juga menilai tradisi Pengajian Lapanan Malam Ahad Pon memiliki nilai positif karena menjadi ruang pembinaan keagamaan sekaligus menjaga silaturahmi warga.
“Pengajian rutin seperti ini sangat penting. Jangan sampai kegiatan keagamaan hanya dilakukan ketika ada momentum tertentu. Dengan kegiatan rutin, masyarakat memiliki ruang untuk terus belajar, saling mengingatkan dan menjaga ukhuwah,” ujar Syahril.
Pandangan senada disampaikan salah seorang tokoh masyarakat setempat. Menurutnya, keberadaan Masjid Darul Ulum memiliki arti penting dalam kehidupan warga Panggang dan Argomulyo. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial dan pembinaan masyarakat.
“Masjid adalah rumah bersama. Karena itu, kemajuan masjid juga menjadi tanggung jawab bersama. Adanya wakaf ini menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat terhadap masjid masih sangat kuat,” ungkap tokoh masyarakat tersebut.
Ia menilai pembangunan serambi dan akses jalan menuju masjid akan memberikan manfaat yang besar bagi jemaah. “Dengan adanya tambahan lahan dan rencana pembangunan fasilitas tersebut, kami berharap Masjid Darul Ulum semakin nyaman dan semakin banyak kegiatan yang bisa dilaksanakan. Jangan sampai masjid hanya ramai pada waktu salat, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pengajian, kegiatan sosial, dan kebersamaan warga,” katanya.
Menurutnya, Pengajian Lapanan Malam Ahad Pon juga perlu dipertahankan sebagai tradisi positif masyarakat. “Kegiatan seperti ini jangan sampai berhenti. Justru harus terus dijaga dan dikembangkan. Selain mendapatkan ilmu agama, warga juga bisa bertemu dan mempererat persaudaraan. Dari pertemuan seperti inilah semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan bisa tumbuh,” ujarnya.
Dari sisi pengelolaan masjid, pembangunan serambi dan akses jalan yang didukung oleh tanah wakaf tersebut juga dinilai memiliki arti penting. Fasilitas yang memadai akan membantu menciptakan lingkungan masjid yang lebih nyaman dan mudah diakses oleh jamaah.
Ikrar wakaf tanah seluas 139 meter persegi tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat berbagi dan beramal untuk kepentingan umat masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Wakaf yang diberikan hari ini diharapkan menjadi investasi kebaikan yang manfaatnya terus mengalir, tidak hanya bagi generasi sekarang tetapi juga generasi yang akan datang.
Bagi masyarakat Panggang dan Argomulyo, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat keguyuban. Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, pertemuan rutin dalam suasana keagamaan menjadi kesempatan untuk saling bertemu, berkomunikasi, mempererat persaudaraan, sekaligus saling mengingatkan dalam kebaikan.
Pengajian Lapanan Malam Ahad Pon di Masjid Darul Ulum dengan demikian bukan hanya kegiatan pengajian rutin. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang religius, guyub, dan peduli terhadap keberlangsungan fasilitas keagamaan.
Ikrar wakaf juga memperlihatkan adanya hubungan yang kuat antara kesalehan individual dan kepedulian sosial. Semangat beribadah diwujudkan dalam bentuk nyata melalui pemberian sebagian harta untuk kepentingan masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Syahril Sidiq. Dalam doa tersebut, jemaah memohon kepada Allah SWT agar tanah yang telah diwakafkan mendapatkan keberkahan, pembangunan Masjid Darul Ulum diberikan kelancaran, serta seluruh pihak yang terlibat mendapatkan balasan kebaikan.
Doa juga dipanjatkan untuk keberkahan seluruh warga dan jemaah Masjid Darul Ulum agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kerukunan, serta kemudahan dalam menjalankan berbagai aktivitas keagamaan dan sosial.
Kegiatan tersebut menjadi penegasan bahwa kemakmuran masjid tidak hanya dibangun melalui sarana fisik, tetapi juga melalui keistiqamahan jemaah dalam beribadah, kepedulian sosial, semangat bersedekah dan berwakaf, serta kebersamaan dalam menjaga tradisi keagamaan di tengah masyarakat.
Dengan terselenggaranya Pengajian Lapanan Malam Ahad Pon dan Ikrar Wakaf tersebut, warga Panggang Argomulyo menunjukkan bahwa masjid tetap memiliki posisi penting sebagai pusat spiritualitas sekaligus pusat kebersamaan masyarakat. Semangat wakaf, pengajian, dan gotong royong diharapkan terus berkembang sehingga Masjid Darul Ulum dapat semakin memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah, belajar, serta mempererat ukhuwah Islamiyah. (Jml)