Seminar Mental Health Awareness Formanza MAN 3 Bantul Bangun Generasi Tangguh
Bantul (MAN 3 Bantul) - Forum Madrasah Anti Napza (FORMANZA) MAN 3 Bantul menggelar seminar Mental Health Awareness bertajuk "Membangun Ketahanan Diri dan Mewujudkan Generasi Anti NAPZA" di Ruang Aula, Jumat (17/07/2026). Kegiatan yang diikuti seluruh siswa kelas X ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam memperkuat kesehatan mental remaja sebagai benteng utama mencegah penyalahgunaan NAPZA sejak dini.
Acara diawali dengan sesi ice breaking yang dipandu oleh tim FORMANZA. Berbagai permainan interaktif berhasil mencairkan suasana sekaligus membangkitkan semangat peserta sebelum memasuki materi utama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia yang menyampaikan harapan agar seminar ini menjadi bekal berharga bagi para siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan remaja.
Pembina FORMANZA MAN 3 Bantul, Yanu Ariyanto dalam kesempatan sambutan mengingatkan peserta bahwa masa depan merupakan aset paling berharga yang dimiliki setiap pelajar. Menurutnya, berbagai keputusan yang diambil pada masa remaja akan menentukan arah kehidupan di masa mendatang.
"Barang yang paling berharga saat ini bagi kalian adalah masa depan. Jagalah dengan sungguh-sungguh agar kelak tidak ada penyesalan. Hindari segala bentuk perilaku yang dapat merusak cita-cita, termasuk penyalahgunaan NAPZA," pesannya di hadapan para peserta.
Seminar secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Munawar Yasin. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh siswa mengikuti kegiatan hingga selesai serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Ia juga menegaskan pentingnya membangun karakter pelajar yang sehat, tangguh, dan berkomitmen menjadi generasi anti NAPZA.
Materi utama disampaikan oleh tim Psikolog dari Biro Psikologi Fokus Psikologi Center yang dipimpin Azzahra Syach Arsi. Peserta diajak memahami pentingnya kesehatan mental, mengenali emosi, membangun ketahanan diri (resilience), mengelola tekanan hidup, serta meningkatkan kemampuan mengambil keputusan yang positif. Pemateri juga menjelaskan bahwa remaja dengan kondisi mental yang sehat akan lebih mampu menolak ajakan negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.
Selama seminar berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Interaksi dua arah melalui diskusi, tanya jawab, dan refleksi membuat materi terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari para siswa. Suasana yang komunikatif dan penuh semangat menunjukkan tingginya kepedulian peserta terhadap isu kesehatan mental dan bahaya NAPZA.
Melalui seminar ini, FORMANZA MAN 3 Bantul berharap seluruh siswa kelas X memiliki bekal pengetahuan, kesadaran, serta ketahanan diri yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan remaja. Dengan mental yang sehat dan karakter yang tangguh, para siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang berprestasi, menjaga masa depan, serta menjadi pelopor terciptanya lingkungan madrasah yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan NAPZA. (yn/sal)