Perkuat Sinergi dan Inovasi, Pokja Pustakawan Kemenag Bantul Siapkan Studi Tiru ke SMA Muhi Yogyakarta
BANTUL (Pokja Pustakawan) – Semangat meningkatkan mutu literasi madrasah terus digelorakan oleh para pustakawan madrasah negeri di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Melalui wadah Kelompok Kerja (Pokja) Pustakawan, sebanyak 16 pustakawan dari jenjang MIN 1 hingga MAN 4 Bantul berkumpul menggelar Rapat Koordinasi di Waroeng Omah Sawah, Sewon, Kamis (24/9/2026).
Pertemuan siang itu bukan sekadar silaturahmi rutin, melainkan langkah strategis memetakan arah kemajuan perpustakaan madrasah. Agenda utama berfokus pada pematangan persiapan program Studi Tiru Pengelolaan Perpustakaan ke SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta, yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (29/9/2026) mendatang.
Pemilihan SMA Muhi Yogyakarta sebagai lokus bukan tanpa alasan. Sekolah tersebut merupakan peraih predikat Perpustakaan dan Pustakawan Terbaik Tingkat Nasional, sehingga dinilai tepat menjadi rujukan benchmarking tata kelola perpustakaan modern, digitalisasi koleksi, hingga strategi peningkatan minat baca siswa.
Rapat secara mendalam menyepakati teknis operasional dan rundown keberangkatan. Rombongan yang berjumlah 20 orang—terdiri atas 16 pustakawan didampingi perwakilan pejabat Kemenag Bantul dari unsur Kasubbag TU, tim Perencana, serta Kepegawaian—dijadwalkan berkumpul di Kantor Kemenag Bantul pukul 07.30 WIB. Keberangkatan menuju lokasi kegiatan ini rencananya akan menggunakan 3 armada.
Suasana pertemuan kian hidup saat sesi berlanjut ke penguatan internal Pokja Pustakawan. Forum ini menjadi ruang terbuka bagi para pustakawan untuk saling mengenalkan profil, regulasi teknis pertemuan berkala, serta peta jalan pokja ke depan. Tak ketinggalan, sesi sharing session membedah realitas perpustakaan di tiap madrasah secara lugas—mulai dari inovasi layanan unggulan, program literasi kreatif, hingga tantangan klasik seputar sarana-prasarana, pengelolaan koleksi, termasuk menyoroti kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola perpustakaan yang masih membutuhkan peningkatan kapasitas dan dukungan pembinaan berkelanjutan di beberapa madrasah.
Keterbukaan dalam berbagi kendala dan praktik baik ini menjadi fondasi berharga bagi Pokja Pustakawan Kemenag Bantul. Harapannya, hasil studi tiru ke SMA Muhi Yogyakarta pekan depan dapat langsung diaplikasikan dan diadaptasi, demi mewujudkan perpustakaan madrasah Bantul yang lebih adaptif, inspiratif, dan berdaya saing tinggi.(Ikhsan)