Lompat ke isi utama
MTsN 6 Bantul

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, MTsN 6 Bantul Koordinasi dengan BPBD

Dikirim oleh Fidela alma pada 6 October 2026

Bantul (MTsN 6 Bantul) – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, MTsN 6 Bantul melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul terkait pelaksanaan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BPBD Kabupaten Bantul, Selasa (6/10/2026).

 

Dalam koordinasi tersebut, Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, didampingi Kepala Tata Usaha (TU) dan wakil kepala madrasah. Rombongan diterima oleh Fatah Yogo Yudhanti, Analis Bencana BPBD Kabupaten Bantul.

 

Sugiyono menyampaikan bahwa koordinasi tersebut menjadi langkah madrasah untuk memperkuat sinergi dengan BPBD dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana. Ia juga berharap adanya bimbingan dan pendampingan dari BPBD dalam pelaksanaan program SPAB di MTsN 6 Bantul.

 

“Mohon bimbingan dan pendampingan tentang madrasah SPAB,” kata Sugiyono.

 

Menanggapi hal tersebut, Fatah menjelaskan mengenai Petunjuk Teknis (Juknis) Klasifikasi Satuan Pendidikan Aman Bencana Kabupaten Bantul yang tertuang dalam SK Sekber SPAB Kabupaten Bantul Nomor 85 Tahun 2026. Penjelasan tersebut memberikan pemahaman kepada pihak madrasah mengenai tahapan serta indikator yang perlu dipenuhi dalam mewujudkan satuan pendidikan yang aman bencana.

 

MTsN 6 Bantul

 

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Urusan Sarana dan Prasarana, Joko Setiawan, menyampaikan bahwa MTsN 6 Bantul sebelumnya telah mengikuti pelatihan SPAB di Kapanewon Pleret. Namun, pihak madrasah masih memerlukan pendampingan lanjutan agar pemahaman mengenai SPAB dapat diterapkan secara menyeluruh oleh seluruh warga madrasah.

 

“Kami membutuhkan pendampingan lanjutan agar seluruh warga benar-benar memahami tentang SPAB,” tandas Joko.

 

Hal senada disampaikan Galih Bekti, anggota Tim Siaga Bencana Madrasah sekaligus Koordinator Bidang Evakuasi. Ia menilai pendampingan dari BPBD diperlukan, terutama dalam mempersiapkan dan melaksanakan simulasi kebencanaan di lingkungan madrasah.

 

“Kami perlu didampingi dalam mengadakan simulasi bencana,” ujar Galih.

 

Koordinasi tersebut menjadi salah satu langkah MTsN 6 Bantul dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan warga madrasah menghadapi potensi bencana. Selain memperkuat pemahaman mengenai SPAB, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi yang berkelanjutan antara madrasah dan BPBD Kabupaten Bantul.

 

Melalui sinergi dan pendampingan yang berkelanjutan, MTsN 6 Bantul diharapkan dapat semakin siap dalam menghadapi berbagai potensi bencana serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan memiliki budaya kesiapsiagaan bencana. (rin)-al