Belajar Tak Sekadar Mendengar, Siswa MTsN 6 Bantul Aktif Berdiskusi di Kelas
Bantul (MTs Negeri 6 Bantul) – Pembelajaran Bahasa Indonesia di MTs Negeri 6 Bantul berlangsung aktif dan interaktif pada Selasa, 6 Oktober 2026. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi terlibat langsung dalam kegiatan diskusi untuk memahami materi cerita fantasi, khususnya menganalisis ciri-ciri cerita fantasi.
Kegiatan pembelajaran dipandu oleh Novara Lusy Andini, guru Bahasa Indonesia MTs Negeri 6 Bantul. Dalam pembelajaran tersebut, siswa diajak untuk mengenali dan menganalisis berbagai ciri yang terdapat dalam cerita fantasi melalui kegiatan membaca, mengamati, berdiskusi, dan menyampaikan hasil pemikiran.
Siswa bekerja secara berkelompok untuk mengidentifikasi ciri-ciri cerita fantasi yang terdapat dalam teks. Mereka berdiskusi untuk menemukan unsur-unsur yang menunjukkan karakteristik cerita fantasi, kemudian menyampaikan hasil analisisnya kepada teman-teman di kelas.
Suasana pembelajaran pun berlangsung dinamis. Siswa terlihat aktif bertukar pendapat, mengajukan pertanyaan, serta memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi kelompok lain. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar memahami materi sekaligus melatih kemampuan berkomunikasi.
Novara Lusy Andini berperan sebagai fasilitator selama kegiatan berlangsung. Guru memberikan arahan dan pertanyaan pemantik agar siswa mampu menemukan ciri-ciri cerita fantasi berdasarkan hasil pengamatan mereka sendiri. “Melalui diskusi, siswa tidak hanya menerima penjelasan tentang ciri-ciri cerita fantasi, tetapi belajar menemukan dan membuktikannya langsung melalui teks. Dengan begitu, pemahaman mereka diharapkan menjadi lebih kuat,” ujar Novara.
Pembelajaran tersebut juga melatih siswa untuk berpikir kritis dalam membedakan karakteristik cerita fantasi dengan jenis cerita lainnya. Selain memahami materi, siswa belajar menyampaikan pendapat berdasarkan hasil analisis serta menghargai pendapat teman.
Kepala MTs Negeri 6 Bantul, Sugiyono, mengapresiasi pembelajaran yang memberikan ruang bagi siswa untuk aktif terlibat. “Pembelajaran yang baik memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat. Guru perlu terus mengembangkan pembelajaran kreatif agar siswa semakin aktif dan percaya diri,” tuturnya.
Melalui pembelajaran materi cerita fantasi bersama Novara Lusy Andini, siswa MTs Negeri 6 Bantul diharapkan semakin terampil dalam menganalisis teks, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta berani menyampaikan gagasan secara runtut dan santun. (vha)