Lompat ke isi utama
MTsN 4 Bantul

Perjusa MTsN 4 Bantul Resmi Dibuka Kamabigus Tekankan Disiplin dan Anti-Bullying 

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 2 October 2026

Bantul (MTsN 4 Bantul) — Kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) MTsN 4 Bantul resmi dibuka di halaman madrasah, Jumat (02/10/2026). Upacara pembukaan dipimpin oleh Kamabigus yang juga Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VII A hingga VII H yang terbagi dalam 24 regu. Perjusa menjadi sarana pembentukan karakter, kemandirian, kedisiplinan, serta penguatan semangat kebersamaan peserta didik melalui kegiatan kepramukaan.


Dalam amanatnya, Kamabigus Sugeng Muhari berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan. “Patuhi aturan selama mengikuti perkemahan, jaga ibadah, serta jaga kebersamaan dan kekompakan. Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk belajar mandiri, bertanggung jawab, dan saling menghargai. Tidak boleh ada bullying dalam bentuk apa pun karena setiap peserta harus merasa aman dan nyaman selama mengikuti kegiatan,” pesannya.


Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan serah terima jabatan Dewan Penggalang masa bakti 2026/2027. Prosesi ini menjadi bagian penting dalam regenerasi kepemimpinan Pramuka di MTsN 4 Bantul sekaligus memberikan kesempatan kepada anggota Pramuka untuk belajar memimpin, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan. Kakak Pembina Pramuka, Fahmi, menyampaikan bahwa Perjusa diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan berkemah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran karakter. Menurutnya, peserta perlu mengikuti kegiatan dengan disiplin, saling membantu, menjaga kekompakan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Dasa Darma Pramuka.


Kegiatan Perjusa selanjutnya diisi dengan berbagai aktivitas kepramukaan yang dirancang untuk menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, kepedulian, serta kemampuan bekerja sama antarpeserta. Melalui kegiatan tersebut, MTsN 4 Bantul berharap seluruh peserta dapat memperoleh pengalaman positif dan membangun persaudaraan yang kuat. Semangat kebersamaan, sikap saling menghormati, serta kepedulian terhadap sesama diharapkan menjadi bekal peserta didik dalam kehidupan sehari-hari di madrasah maupun di masyarakat.(yul)