Pengajian Triwulan MAN 4 Bantul Perkuat Sinergi Lewat Doa Bersama
Bantul (MAN 4 Bantul) – Keluarga besar MAN 4 Bantul kembali menyelenggarakan pengajian rutin triwulanan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh makna di Rumah Makan Kebon Sumilir pada Ahad (15/02/2026). Kegiatan ini dihadiri guru dan pegawai beserta keluarga, menghadirkan nuansa kebersamaan yang akrab sekaligus reflektif.
Tausiyah disampaikan oleh Ustadz H. Brama Aji Putra, S.Kom.I., M.M., dengan tema Filosofi Doa “Allahumma Ubat-Ubet”. Dengan gaya komunikatif, ia mengulas makna puji-pujian khas Jawa yang kerap dilantunkan di musala atau surau sebelum salat berjamaah.
Ia menjelaskan bahwa ungkapan “Allahumma ubat-ubet” bukan berasal dari teks Arab klasik, melainkan bentuk kearifan lokal berbahasa Jawa yang sarat pesan spiritual dan sosial. Kata ubet diartikan sebagai rajin, tekun, dan bersungguh-sungguh. Frasa “biso nyandang, biso ngliwet” dimaknai sebagai harapan terpenuhinya kebutuhan sandang dan pangan, sedangkan “pinaringan slamet” menjadi inti doa berupa keselamatan dunia dan akhirat.
Ustadz Brama juga mengulas lanjutan puji-pujian seperti “Allahumma kitra-kitri, sugih bebek sugih meri” serta “sugih sapi sugih pari” yang merepresentasikan simbol kemakmuran dalam budaya agraris Jawa. Bebek, sapi, dan padi dipahami sebagai metafora produktivitas, aset, dan ketahanan pangan.
Menurutnya, doa tersebut mengandung pendidikan karakter sekaligus pesan kemandirian ekonomi berbasis spiritual. Ikhtiar yang sungguh-sungguh harus berjalan seiring dengan ketawakalan kepada Allah SWT.
Pengajian triwulan ini menjadi pengingat bahwa kerja dan doa merupakan dua unsur yang saling melengkapi dalam meraih keberkahan, sekaligus memperkuat nilai spiritualitas di lingkungan madrasah. (lel/ica)-al