Lompat ke isi utama
MIN 2 Bantul

Outing Class Penuh Makna, Siswa Kelas 5 MIN 2 Bantul Kunjungi Saloka, Nissin Wafer, dan Masjid Payaman 

Dikirim oleh Sugiyono pada 6 April 2026

Semarang ( MIN 2 Bantul ) - Siswa kelas 5 MIN 2 Bantul mengikuti kegiatan outing class di Semarang pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 5A dan 5B dengan didampingi perwakilan orang tua (POT) serta beberapa guru pendamping. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengalaman belajar di luar kelas sekaligus menanamkan nilai kebersamaan, kehati-hatian, serta kerjasama antar siswa.

Perjalanan edukatif ini diawali dengan kunjungan ke Saloka Theme Park yang merupakan taman rekreasi tematik terbesar di Jawa Tengah.
Saloka Theme Park memiliki lebih dari 25 wahana permainan yang terbagi dalam lima zona tematik (Pesisir, Balalantara, Kamayayi, Ararya, dan Segara Prada). Wahana ini mencakup permainan santai, edukasi, hingga yang memacu adrenalin.

Di tempat ini, para siswa tidak hanya menikmati berbagai wahana permainan, tetapi juga belajar tentang pentingnya sikap hati-hati, saling percaya, serta kerjasama dalam setiap aktivitas. Suasana kebersamaan terlihat jelas ketika siswa saling membantu dan mendukung saat mencoba berbagai wahana.

Setelah dari Saloka, rombongan melanjutkan perjalanan menuju pabrik sekaligus toko Nissin Wafer. Di tempat ini siswa dapat melihat secara langsung berbagai produk makanan ringan yang sering mereka jumpai sehari-hari. Kunjungan ini menjadi pengalaman baru yang menambah wawasan siswa tentang dunia industri.

Perjalanan outing class kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ziarah ke Masjid Agung Payaman. Di tempat ini terdapat makam ulama kharismatik KH Siraj Abdurrasyid yang dikenal luas dengan perjuangan dakwah serta karomahnya. Beliau lahir pada tahun 1878 di Payaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sebagai putra dari seorang ulama bernama KH Abdurrasyid.
Melalui kegiatan ziarah ini, para siswa diajak mengenal tokoh ulama dan meneladani semangat perjuangan serta keteladanan beliau dalam berdakwah dan mengabdi kepada masyarakat.

Kepala MIN 2 Bantul, Yuhrotul Mardhiyah, menyampaikan bahwa kegiatan outing class ini merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang bertujuan memperluas pengalaman siswa. "Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari pengalaman langsung di lapangan. Harapannya, siswa dapat mengambil pelajaran tentang kebersamaan, kedisiplinan, serta menambah wawasan tentang rekreasi edukatif, dunia industri, dan keteladanan para ulama," ungkap beliau.


Kegiatan outing class ini berlangsung dengan lancar dan penuh keceriaan. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, menjadikan perjalanan ini sebagai pengalaman belajar yang berkesan dan tak terlupakan. (Zul)