Mushala Jadi Pusat Pembelajaran Adab, MAN 4 Bantul Perkuat Karakter Siswa
Bantul (MAN 4 Bantul) — Mushala MAN 4 Bantul tidak hanya menjadi tempat bersujud, tetapi juga ruang belajar kehidupan. Di tempat ini, lantai yang sejuk, lantunan doa, dan barisan jamaah menghadirkan suasana teduh, seolah pagi tengah menuliskan pelajaran baru bagi siapa saja yang hadir.
Rabu (04/03/2026) pagi diawali dengan pelaksanaan shalat dhuha empat rakaat yang diimami oleh Suryantana, guru yang mendapat jadwal memimpin ibadah. Setelah salam terakhir terucap dan jamaah kembali merapatkan saf dalam posisi duduk, suasana mushala berlanjut menjadi majelis ilmu melalui kuliah dua puluh menit (kultum) yang disampaikan oleh Triyanto, guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) MAN 4 Bantul.
Dalam kultumnya, Triyanto mengajak para jamaah untuk merenungkan kandungan QS Al-Baqarah ayat 155–157 yang menjelaskan bahwa kehidupan manusia tidak akan lepas dari ujian, baik berupa rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, hingga kehilangan sesuatu yang dicintai. Namun, di balik setiap ujian, Allah menjanjikan kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.
Ia mengaitkan pesan tersebut dengan kehidupan para pelajar. Menurutnya, ujian tidak selalu berbentuk musibah besar, tetapi juga hadir dalam bentuk kesulitan belajar, tekanan tugas, hingga tantangan menjaga semangat.
“Sebagai pelajar, ujian kalian bisa berupa nilai yang belum memuaskan, tugas yang menumpuk, atau rasa lelah dalam belajar. Namun justru di situlah Allah sedang melatih kesabaran dan keteguhan hati kita,” ungkap Triyanto.
Ia juga menekankan bahwa sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan tetap berikhtiar disertai keyakinan bahwa setiap kesulitan akan diiringi kemudahan.
“Allah memberi ujian bukan untuk melemahkan, tetapi untuk menguatkan. Maka pelajar harus tetap belajar dengan tekun, berdoa, dan yakin bahwa setiap perjuangan tidak akan sia-sia,” tambahnya.
Setelah kultum, kegiatan dilanjutkan dengan muqaddaman Al-Qur’an yang dipimpin oleh perwakilan siswa kelas X E3. Lantunan ayat suci memenuhi ruang mushala, menghadirkan suasana yang khusyuk dan menenangkan.
Kegiatan pagi tersebut diikuti oleh Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, wakil kepala madrasah bidang humas dan kesiswaan, para guru dan pegawai, serta seluruh siswa kelas X. Melalui rangkaian ibadah dan kajian ini, mushala madrasah kembali menjadi tempat bertemunya ilmu, iman, dan pembelajaran kehidupan dalam satu waktu yang penuh makna. (lel/ica)-al