The Most KUA di Sedayu Berjalan Sukses, Ratusan Pelajar Antusias Ikuti Edukasi Remaja Sehat dan Cegah Nikah Dini
Bantul (KUA Sedayu) — Kantor Urusan Agama (KUA) Sedayu sukses menyelenggarakan kegiatan The Most KUA pada Kamis dan Jumat (26–27/02/2026) bertempat di SMAN 1 Sedayu. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari surat Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, dengan melibatkan ratusan pelajar serta pengurus Rohis Al-Wildan SMAN 1 Sedayu.
Program ini menjadi salah satu upaya konkret KUA Sedayu dalam memperluas fungsi pelayanan, tidak hanya terbatas pada administrasi pernikahan, tetapi juga penguatan edukasi keluarga dan pembinaan generasi muda. Dengan mengusung materi seputar remaja sehat, pencegahan nikah dini, serta pembinaan keluarga sakinah, kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta.
Kepala KUA Sedayu, Ari Iswanto, menjelaskan bahwa The Most KUA, Move for Sakinah Maslahat memiliki beberapa tujuan strategis. Pertama, memperkuat peran KUA dalam fungsi pelayanan bimbingan perkawinan dan keluarga. Kedua, meningkatkan kesiapan serta kualitas relasi keluarga sesuai kelompok sasaran. Ketiga, memanfaatkan momentum bulan Ramadan sebagai sarana pembinaan keluarga yang kontekstual dan relevan dengan nilai-nilai keagamaan. Keempat, memastikan pembinaan keluarga dilaksanakan secara terarah, sistematis, dan terdokumentasi dengan baik.
“KUA tidak hanya hadir ketika masyarakat akan menikah, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan edukasi sejak dini kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelajar memiliki kesiapan mental, spiritual, dan sosial dalam merencanakan masa depan yang lebih baik,” ujar Ari.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Guru SMAN 1 Sedayu, Eni Farhaeni, menilai kehadiran KUA memberikan kontribusi penting dalam membangun karakter pelajar, khususnya dalam menghadapi tantangan pergaulan remaja saat ini.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran KUA Sedayu. Materi seperti pencegahan nikah dini sangat relevan bagi pelajar, karena dapat membantu mereka memprioritaskan pendidikan dan masa depan. Selain itu, edukasi ini juga menjadi benteng moral agar pelajar terhindar dari pergaulan bebas dan mampu menjaga diri,” ungkap Eni.
Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan dan KUA merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berprestasi.
Dari sisi peserta, kegiatan ini memberikan dampak positif dan membuka wawasan baru. Salah satu pengurus Rohis Al-Wildan, Khanza Arummaisha, menyampaikan bahwa program ini memberikan pemahaman penting bagi pelajar tentang kesehatan remaja dan kesiapan masa depan.
“Program The Most KUA sangat bermanfaat bagi kami. Kami mendapatkan banyak informasi tentang pentingnya menjaga kesehatan remaja dan memahami risiko nikah dini. Ini membantu kami lebih fokus pada pendidikan dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik,” kata Khanza.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Sedayu, Jamilludin, hadir sebagai fasilitator dan menyampaikan materi tentang Remaja Sehat, Cegah Nikah Dini, dan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Ia menekankan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan arah kehidupan seseorang.
“Momentum Ramadan menjadi waktu yang sangat tepat untuk refleksi diri. Remaja dapat memanfaatkan bulan suci ini untuk membentuk pribadi yang lebih sehat, disiplin, dan taat menjalankan ajaran agama. Dengan bekal nilai agama yang kuat, remaja akan lebih siap menghadapi tantangan zaman,” jelas Jamilludin.
Ia juga menambahkan bahwa pembinaan sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan keluarga sakinah di masa depan.
Keberhasilan pelaksanaan The Most KUA di Sedayu menunjukkan transformasi peran KUA sebagai lembaga pembinaan keluarga yang adaptif dan proaktif. Kepala KUA Sedayu, Ari Iswanto, menilai bahwa pendekatan edukatif kepada pelajar merupakan langkah preventif yang sangat penting.
“Pembinaan keluarga sakinah harus dimulai sejak usia remaja. Dengan edukasi yang tepat, kita tidak hanya mencegah pernikahan dini, tetapi juga menyiapkan generasi yang matang secara emosional dan spiritual,” tegasnya.
Sementara itu, Eni Farhaeni menilai kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi yang sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan karakter saat ini. “Remaja membutuhkan bimbingan yang tidak hanya akademik, tetapi juga moral dan spiritual. Kehadiran KUA menjadi pelengkap penting dalam pembinaan karakter pelajar,” ujarnya.
Jamilludin juga menekankan bahwa pembinaan remaja merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. “Ketika remaja memiliki pemahaman yang baik tentang nilai agama, kesehatan, dan masa depan, maka mereka akan menjadi generasi yang kuat dan mampu membangun keluarga yang harmonis,” katanya.
Keberhasilan kegiatan ini diharapkan menjadi model pembinaan berkelanjutan bagi pelajar di wilayah Sedayu dan sekitarnya. Program The Most KUA tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga memperkuat sinergi antara KUA, sekolah, dan masyarakat dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan.
Dengan antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, KUA Sedayu optimistis bahwa program ini akan memberikan dampak positif jangka panjang dalam mewujudkan keluarga sakinah dan generasi emas Indonesia. (Jml)