Monitoring Pengawas Warnai TKA Literasi Hari Kedua di MTsN 4 Bantul
Bantul (MTsN 4 Bantul) – Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) kelas IX hari kedua dengan materi literasi yang dilaksanakan pada Kamis (09/04/2026) berlangsung tertib dan penuh antusias. Kegiatan inti TKA hari kedua ini berfokus pada penguatan kemampuan literasi siswa, meliputi pemahaman bacaan, analisis teks, serta kemampuan berpikir kritis. Pada kesempatan tersebut, kegiatan juga mendapat perhatian khusus melalui monitoring dari Pengawas Madrasah, Miftakhul Bakhri Kehadiran pengawas menjadi bentuk dukungan sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan TKA berbasis literasi di madrasah.
Kepala Madrasah, Sugeng Muhari, dalam tanggapannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran pengawas yang turut memantau jalannya kegiatan. Ia mengungkapkan bahwa materi literasi dalam TKA merupakan bagian penting dalam mengukur sekaligus meningkatkan budaya baca dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. “Kami berharap dengan adanya monitoring ini, pelaksanaan TKA khususnya pada aspek literasi dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi siswa,” ujarnya.
Sementara itu, Miftakhul Bakhri, menyampaikan kesan dan pesannya setelah melakukan pemantauan. Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai berjalan dengan baik, tertib, dan terstruktur. Menurutnya, keterlibatan aktif guru dalam membimbing serta kesiapan siswa dalam mengikuti TKA menjadi faktor utama keberhasilan kegiatan hari ini. Ia juga berpesan agar penguatan literasi tidak hanya hadir dalam TKA, tetapi benar-benar menjadi budaya belajar yang diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan madrasah.
Di sisi lain, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Rr. Mudyastuti, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA dengan materi literasi telah dirancang selaras dengan penguatan kurikulum yang berorientasi pada pengembangan kompetensi abad 21. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan inovasi agar pelaksanaan TKA semakin berkualitas. Dengan kolaborasi seluruh warga madrasah, diharapkan kegiatan ini mampu mencetak generasi yang literat, kritis, dan berdaya saing tinggi.(yul)