Lompat ke isi utama
MAN 2 Bantul

Masyaallah! Belum 24 Jam Usai Salat Istiska, Hujan Turun di MAN 2 Bantul

Dikirim oleh eka putri pada 24 October 2026

Bantul (MAN 2 Bantul) — Hujan turun di pagi hari, Sabtu (24/10/2026) di Daerah Bantul dan sekitarnya, setelah blm genap 24 jam Ikhtiar spiritual meminta hujan dilaksanakan di MAN 2 Bantul.

Salat istiska dan doa mujahadah seluruh murid, guru dan pegawai diliputi suasana khusuk. Sivitas akademika MAN 2 Bantul melaksanakan salat istiska pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 07.00 WIB di halaman madrasah. Kegiatan tersebut menjadi wujud ikhtiar memohon turunnya hujan kepada Allah Swt. sekaligus momentum memperkuat ketakwaan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pelaksanaan salat istiska berlangsung dengan khidmat, dipimpin oleh Nasirudin, Guru Fikih MAN 2 Bantul, yang bertugas sebagai imam sekaligus khatib. Melalui ibadah tersebut, keluarga besar madrasah memanjatkan doa agar Allah Swt. berkenan menurunkan hujan sebagai rahmat dan keberkahan bagi kehidupan, memenuhi kebutuhan air, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, mengatakan bahwa berada dalam lingkungan madrasah yang terus berupaya menumbuhkan budaya religius dan karakter peduli lingkungan. Pelaksanaan salat istiska menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang mengingatkan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah Swt. ketika menghadapi berbagai kebutuhan dan tantangan kehidupan.

Salat istiska merupakan salat sunah yang dilaksanakan untuk memohon hujan kepada Allah Swt., terutama ketika terjadi kekeringan atau kebutuhan air. Ibadah ini mengandung pesan bahwa manusia perlu menyelaraskan usaha nyata dengan doa, tawakal, introspeksi diri, dan peningkatan rasa syukur. Selain itu, salat istiska menjadi pengingat akan keterbatasan manusia serta pentingnya memohon pertolongan kepada Allah Swt. dalam setiap keadaan.

Suasana syukur sangat terasa ketika hujan turun pada Sabtu, 24 Oktober 2026, sekitar pukul 05.45 WIB. Hujan tersebut hadir kurang dari 24 jam setelah pelaksanaan salat istiska di halaman MAN 2 Bantul. Peristiwa ini menjadi momen yang mengesankan bagi keluarga besar madrasah karena jarak waktu antara pelaksanaan ibadah dan turunnya hujan berlangsung relatif singkat.

Ungkapan syukur sekaligus takjub mengiringi turunnya hujan yang dinantikan di halaman MAN 2 Bantul. Momen tersebut dapat dimaknai sebagai pengingat tentang pentingnya menjaga harapan, memperbanyak doa, serta terus berikhtiar dalam menghadapi berbagai kebutuhan kehidupan. Kedekatan waktu antara doa dan turunnya hujan menghadirkan pengalaman spiritual yang membangkitkan rasa haru sekaligus memperkuat semangat untuk senantiasa berserah diri kepada Allah SWT

Dalam perspektif keimanan Islam, doa merupakan bentuk penghambaan dan komunikasi spiritual seorang hamba kepada Allah Swt. Ungkapan “doa dijawab langsung dalam waktu kurang dari 24 jam” dalam peristiwa ini menggambarkan rasa syukur atas turunnya hujan tidak lama setelah permohonan dipanjatkan. Meskipun demikian, waktu dan bentuk terkabulnya doa tetap berada dalam kehendak Allah Swt. sehingga peristiwa tersebut lebih tepat disikapi sebagai momentum memperkuat iman, tawakal, dan rasa syukur.

Nasirudin menyampaikan bahwa menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ibadah yang mengajak sivitas akademika untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salat istiska tidak hanya menghadirkan permohonan turunnya hujan, tetapi juga mengandung ajakan untuk memperbaiki perilaku, memperbanyak amal kebaikan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama serta alam sekitar./NHR