Lompat ke isi utama
MAN 3 Bantul

Tingkatkan Kompetensi Pendidik, MAN 3 Bantul Gelar Workshop Pemanfaatan AI Berbasis Etika dan Media Bermakna

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 23 October 2026

Bantul (MAN 3 Bantul) – Guna memperkuat kompetensi pendidik di era digital, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bantul menggelar Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Pembelajaran, Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang memfokuskan pada penguatan media ajar dan etika akademik ini diselenggarakan atas kerja sama dengan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Ahmad Asroni, dosen Universitas Islam Indonesia (UII) dan Indriyani Ma'rifah, dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.


Mengawali kegiatan, Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto dalam sambutannya menegaskan pentingnya para pendidik untuk bersikap adaptif terhadap pesatnya perkembangan teknologi. Mengutip filosofi Jawa "ngeli", ia mengingatkan agar guru dapat mengikuti arus modernisasi tanpa kehilangan arah dan kendali atas nilai-nilai dasar pendidikan.


"Kita tidak bisa menghindari teknologi. Pilihan kita adalah “ngeli” mengikuti arus tetapi tetap mengendalikan arah. AI hadir untuk mempermudah efisiensi guru dalam menyusun bahan dan media ajar. Namun, kita harus tetap bijak, kritis, dan menyaring informasi tersebut agar sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah. AI adalah alat bantu, bukan pengganti nalar kritis kita," tegas Suyanto.


Pada kesempatan tersebut, Suyanto juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta atas kolaborasi yang terbangun dalam memfasilitasi peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.


Sesi materi pertama menghadirkan Ahmad Asroni yang memaparkan topik "Etika Penggunaan AI di Sekolah". Ia menekankan bahwa AI merupakan alat bantu yang sangat efisien, namun penggunaannya wajib berlandaskan integritas akademik. Guna menghindari bahaya disinformasi dan pelanggaran hak cipta, Asroni memperkenalkan Protokol penggunaan AI bagi pendidik dan siswa. Ia menggarisbawahi bahwa setiap penggunaan bantuan AI dalam pembuatan perangkat ajar maupun tugas siswa harus disampaikan secara transparan serta menghormati hak kekayaan intelektual.


Memasuki sesi kedua, Indriyani Ma'rifah membawakan materi bertajuk "Pemanfaatan AI untuk Mengembangkan Media Ajar". Indriyani mengingatkan bahwa esensi media pembelajaran terletak pada nilai kebermanfaatannya bagi siswa.


"Media yang menarik belum tentu bermakna. Perancangan media berbasis AI harus selalu berawal dari kebutuhan belajar siswa, bukan sekadar mengikuti aplikasi yang sedang populer," jelas Indriyani.


Indriyani membagikan rumus prompting praktis untuk mempermudah guru menyusun instruksi yang efektif pada platform AI. Selain materi narasumber mendampingi praktik membuat bahan ajar secara langsung. Pada sesi praktik mandiri, para peserta tampak antusias mengeksplorasi empat platform AI secara langsung. Melalui penyelenggaraan workshop ini, MAN 3 Bantul berharap para pendidik mampu memanfaatkan teknologi AI secara kreatif, interaktif, dan bermakna, tanpa mengesampingkan etika serta tanggung jawab pedagogis demi terwujudnya kualitas pendidikan madrasah yang unggul. (Ris/Sal)