Lompat ke isi utama
MAN 4 Bantul

Mantapkan Tata Kelola Eviden ZI, KTU MAN 4 Bantul Ikuti Pertemuan FKTU DIY

Dikirim oleh Fidela alma pada 22 September 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) – Forum Kepala Tata Usaha Madrasah Negeri (FKTU) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta kembali memperkuat koordinasi dan kapasitas pengelolaan administrasi melalui pertemuan rutin sekaligus Bimbingan Teknis Penilaian Mandiri Pelaksanaan Zona Integritas (PMPZI). Kegiatan berlangsung di MAN 1 Yogyakarta, Jalan C. Simanjuntak Nomor 60, Kota Yogyakarta, Selasa (22/9/2026).

 

Kepala Tata Usaha MAN 4 Bantul, Retno Siwi Handayani, turut hadir bersama para Kepala Tata Usaha madrasah negeri di lingkungan Kementerian Agama DIY. Pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi sekaligus penguatan kapasitas bersama dalam mendukung tata kelola administrasi dan pembangunan Zona Integritas (ZI) di madrasah.

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan Bimbingan Teknis PMPZI dengan materi utama “Pentingnya Eviden (Bukti Dukung) dalam Pembangunan Zona Integritas”. Materi disampaikan oleh Anisa Kurnia Sari, Pranata Komputer Ahli Pertama pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa eviden bukan sekadar dokumen yang dikumpulkan untuk memenuhi penilaian, melainkan bukti bahwa suatu program benar-benar direncanakan, dilaksanakan, diukur, dievaluasi, dan diperbaiki. Karena itu, eviden perlu dikelola secara sistematis agar mampu menggambarkan proses dan hasil pelaksanaan program secara nyata.

 

Penguatan tersebut juga menekankan pentingnya eviden yang relevan, sahih, aktual, lengkap, konsisten, dan mudah diverifikasi. Pengelolaan eviden idealnya dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pengarsipan, melalui rangkaian proses pelaksanaan, dokumentasi, pengukuran, evaluasi, dan tindak lanjut perbaikan.

 

Retno Siwi Handayani menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan penguatan penting bagi pengelolaan administrasi sekaligus pembangunan ZI di madrasah.

 

“Bimtek ini mengingatkan kita bahwa setiap program yang dilaksanakan harus memiliki jejak yang jelas. Bukan hanya tertib dalam pelaksanaan, tetapi juga tertib dalam mendokumentasikan, mengukur hasil, melakukan evaluasi, dan menindaklanjuti perbaikan. Dengan demikian, eviden yang tersedia benar-benar menggambarkan perubahan dan kualitas layanan di madrasah,” ungkapnya.

 

Melalui kegiatan tersebut, FKTU DIY diharapkan semakin solid dalam membangun budaya kerja yang mendukung terwujudnya Zona Integritas. Pembangunan ZI tidak sekadar berorientasi pada pengumpulan dokumen, tetapi juga memastikan setiap perubahan dan peningkatan kualitas layanan dapat terlihat, terukur, terverifikasi, dan dipertanggungjawabkan. (afa/ica)-al